Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (8 Juni) menunjukkan persetujuan Presiden Trump berada di angka 35%, bertahan di dekat titik terendah masa jabatannya, di tengah meningkatnya harga energi dan kekhawatiran konflik dengan Iran. Sebanyak 59% responden warga AS memperkirakan harga gas akan terus naik dalam setahun ke depan, sehingga menambah tekanan politik yang makin besar pada pemerintahan.
Keunggulan ekonomi Partai Republik nyaris menghilang. Meski sebelumnya Partai Republik unggul dalam kebijakan ekonomi, kini hanya 37% pemilih yang percaya Partai Republik memiliki kebijakan ekonomi yang lebih baik, dibanding 36% yang mendukung Demokrat—selisih yang masih berada dalam batas margin of error survei. Selain itu, hanya 36% responden yang mendukung serangan udara AS terhadap Iran, dengan hanya 25% yang meyakini serangan tersebut dibenarkan oleh biayanya.