Mayoritas pekerja AS kini mendukung agar perusahaan-perusahaan dipertanggungjawabkan melalui dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) berbasis AI, menurut survei nasional yang dilakukan pada Juni oleh firma riset Verasight. Survei terhadap 1.690 orang dewasa yang diterbitkan awal bulan ini menemukan bahwa 69% warga Amerika mendukung pemaksaan agar perusahaan AI mentransfer 50% saham mereka ke dana kekayaan negara publik. Sentimen ini muncul dari ketidakpuasan atas meningkatnya jumlah PHK di sektor teknologi meski keuntungan korporasi secara keseluruhan lebih tinggi, karena perusahaan terus meningkatkan belanja modal untuk ekspansi AI.
Temuan Survei tentang Dukungan Dana Kekayaan AI
Survei nasional oleh Verasight menunjukkan bahwa 69% warga Amerika kini mendukung pemaksaan agar perusahaan AI mentransfer 50% saham mereka ke dana kekayaan negara publik. Benjamin Leff, CEO Verasight, menyatakan bahwa bagi publik, dana kekayaan negara AI dipandang sebagai alat untuk mendistribusikan keuntungan dari industri AI kembali ke masyarakat yang lebih luas. Meningkatnya jumlah PHK teknologi di AS membuat banyak pekerja frustrasi dan khawatir soal keamanan pekerjaan.
Sanders Mengusulkan RUU Dana Kekayaan Sovereign AI
Pada Juni, Senator Bernie Sanders mengusulkan American AI Sovereign Wealth Fund Act yang, jika disahkan, akan memberi publik kepemilikan 50% pada perusahaan-perusahaan AI terbesar di AS. Sanders mengatakan dalam pernyataan bulan lalu bahwa rancangan undang-undang tersebut akan menjamin manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh AI digunakan untuk meningkatkan kehidupan semua dari kita, bukan sekadar membuat orang terkaya di dunia menjadi semakin kaya. Sanders juga menyatakan bahwa masa depan AI dan nasib umat manusia tidak boleh diputuskan di balik pintu tertutup di Silicon Valley oleh para miliarder yang berupaya memaksimalkan kekuasaan dan keuntungan mereka.
Goldman Sachs Memperkirakan Pemindahan Pekerjaan
Goldman Sachs Senior Global Economist Joseph Briggs memperkirakan bahwa lebih dari 9% dari angkatan kerja, atau sekitar 15 juta pekerja, dapat kehilangan pekerjaan selama periode transisi AI 10 tahun, menurut laporan yang diterbitkan bulan lalu oleh bank tersebut. Briggs mengatakan ini akan menjadi jenis guncangan otomatisasi dan penyesuaian ulang yang mirip dengan yang terlihat pada akhir 1990-an dan awal 2000-an serta pada periode lain perubahan teknologi besar. Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa Briggs meyakini kerugian ini bersifat sementara karena ia mengharapkan AI akan menciptakan banyak pekerjaan baru dalam jangka panjang meski sekaligus menghancurkan pekerjaan yang ada.
Peran dan Tantangan Dana Kekayaan Sovereign
Sovereign wealth funds dapat berperan dalam banyak hal terkait AI. Mereka dapat memimpin pengembangan AI di tingkat nasional dengan mendanai infrastruktur AI berorientasi kebutuhan modal yang besar, mengambil kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan AI, serta mengamankan bagian dari keuntungan ekonomi yang didorong AI bagi kas negara publik, menurut firma riset Windfall Trust. Namun, dana kekayaan negara juga bisa menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kepentingan publik dan perlombaan global untuk membangun kemampuan AI. Windfall Trust menambahkan bahwa ada juga ketegangan antara mandat finansial (memaksimalkan imbal hasil bagi warga) dan mandat strategis (membangun kapasitas AI nasional, mempertahankan pengaruh atas sistem frontier), karena tujuan-tujuan tersebut dapat bertentangan ketika investasi keuangan terbaik justru dilakukan pada perusahaan AI asing, bukan perusahaan domestik.
FAQ
Apa yang ditemukan survei Verasight tentang pekerja AS dan dana kekayaan AI?
Survei Verasight terhadap 1.690 orang dewasa yang dilakukan pada Juni dan diterbitkan awal bulan ini menemukan bahwa 69% warga Amerika mendukung pemaksaan agar perusahaan AI mentransfer 50% saham mereka ke dana kekayaan negara publik.
Apa yang diusulkan Senator Bernie Sanders pada Juni?
Pada Juni, Senator Bernie Sanders mengusulkan American AI Sovereign Wealth Fund Act yang, jika disahkan, akan memberi publik kepemilikan 50% pada perusahaan-perusahaan AI terbesar di AS.
Berapa banyak pekerja yang berpotensi kehilangan pekerjaan selama transisi AI menurut Goldman Sachs?
Goldman Sachs Senior Global Economist Joseph Briggs memperkirakan bahwa lebih dari 9% dari angkatan kerja, atau sekitar 15 juta pekerja, dapat kehilangan pekerjaan selama periode transisi AI 10 tahun, menurut laporan yang diterbitkan bulan lalu.