
Pada 25 Mei, BeInCrypto melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengeluarkan sinyal strategi “bersabar” terkait perundingan nuklir dengan Iran. Ia menginstruksikan timnya agar tidak tergesa-gesa mencapai kesepakatan, sekaligus berterima kasih kepada sekutu-sekutu di Timur Tengah atas kerja sama mereka, serta mengisyaratkan bahwa pada akhirnya Iran mungkin bergabung dengan Perjanjian Abraham. Sinyal tersebut memicu penurunan besar di pasar energi. Minyak Brent turun 4,44% menjadi sekitar 98,9 dolar AS per barel, sementara WTI turun 4,61% menjadi sekitar 92,1 dolar AS per barel.
Data penurunan harga minyak: konfirmasi penurunan tiap komoditas
Berdasarkan data Trading Economics, pada sesi awal perdagangan 25 Mei, penurunan kontrak berjangka energi utama tercatat sebagai berikut: WTI turun 4,61% menjadi 92,1 dolar AS per barel, minyak Brent turun 4,44% menjadi 98,9 dolar AS per barel, kontrak berjangka bensin turun 4% menjadi 3,3 dolar AS per barel, minyak pemanas turun 3,2% menjadi 3,7 dolar AS per barel, dan gas alam turun 0,61% menjadi 2,88 dolar AS per barel.
Sinyal spesifik Trump: strategi sabar dan isyarat Perjanjian Abraham
Postingan Trump di media sosial menunjukkan kecenderungan untuk bersikap sabar alih-alih terburu-buru dalam perundingan: ia berterima kasih atas kerja sama sekutu-sekutu Timur Tengah dan mengisyaratkan bahwa Iran pada akhirnya mungkin bergabung dengan Perjanjian Abraham. Ia juga menginstruksikan tim perundingan agar tidak buru-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. Hingga saat berita ini dimuat, AS dan Iran belum mencapai kesepakatan resmi terkait gencatan senjata atau perundingan nuklir, sementara pemblokiran di Selat Hormuz masih berlangsung; para trader mengatakan mereka akan mencari konfirmasi resmi pada hari-hari perdagangan yang akan datang.
Reaksi pasar saham Asia dan pasar kripto
Indeks Nikkei 225 Jepang pertama kali menembus 65.000 pada hari Senin. Korea Selatan KOSPI menguat 0,41% pada perdagangan awal. Di pasar mata uang kripto, Bitcoin sempat memantul dari titik terendah 74.277 dolar AS dan kemudian stabil di sekitar 77.000 dolar AS. Secara keseluruhan, pasar kripto menguat 0,2% dalam 24 jam terakhir (Sumber: BeInCrypto Markets).
FAQ
Apa dampak sinyal “strategi sabar” Trump terhadap harga minyak hingga begitu signifikan?
Harga minyak melonjak tajam selama konflik Iran karena kenaikan premi risiko geopolitik. Pada awal Mei, minyak Brent sempat menembus 110 dolar AS per barel. Sinyal sabar Trump menurunkan ekspektasi pasar terhadap konflik yang berkembang cepat, sehingga memicu koreksi harga minyak. Hingga saat berita ini dimuat, pemblokiran masih ada dan kesepakatan belum dicapai.
Apa arti penting Nikkei 225 yang pertama kali menembus 65.000?
Terobosan pertama Nikkei 225 melewati 65.000 terjadi pada jendela waktu yang sama ketika pasar menerima sinyal sabar perundingan Iran dari Trump. Ini mencerminkan kenaikan umum pasar saham Asia setelah premi risiko geopolitik turun. Ini adalah catatan pertama kalinya Nikkei 225 menembus 65.000 dalam sejarah.
Apakah penurunan harga minyak ini menandakan konflik Iran sudah berakhir?
Hingga saat berita ini dimuat, perundingan antara AS dan Iran belum mencapai kesepakatan resmi, dan pemblokiran Selat Hormuz masih berlangsung. Sinyal Trump menurunkan rasa urgensi pasar tanpa adanya kesepakatan resmi, bukan mengonfirmasi konflik telah selesai.