Bitcoin pulih tajam pada Sabtu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan perdamaian dengan Iran dan beberapa negara Timur Tengah sebagian besar telah dinegosiasikan. Kripto tersebut turun sekitar 4% dari akhir Jumat hingga awal Sabtu, menyentuh hampir $74.000 sebelum berbalik arah. Setelah pengumuman Trump, bitcoin bergerak kembali mendekati $76.700 dan sempat menguji area $77.000, memulihkan kerugian yang tercatat lebih awal pada hari itu. Negara-negara yang terlibat dalam proses negosiasi termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain. Trump menyatakan kesepakatan itu masih bergantung pada penyelesaian akhir antara Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara lain yang terlibat dalam pembicaraan. Kapitalisasi pasar kripto total pulih sekitar $75 miliar setelah pengumuman, menandakan pasar memperlakukan perkembangan tersebut sebagai peristiwa makro yang luas, bukan sebagai katalis spesifik untuk bitcoin.
Mengapa Selat Hormuz Penting
Detail paling signifikan dalam pengumuman Trump adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, rute penting bagi pengiriman minyak global. Penutupan jalur air tersebut telah meningkatkan tekanan pada harga energi selama konflik. Harga minyak mentah mereda setelah pengumuman, dengan WTI turun ke sekitar $96 dan Brent turun ke sekitar $103. Kedua acuan tersebut tetap jauh di atas level sebelum konflik.
Harga minyak yang lebih tinggi mendorong ekspektasi inflasi, mempersulit kebijakan bank sentral, dan menurunkan minat pada aset spekulatif. Untuk bitcoin dan ether, ini menciptakan tekanan karena keduanya sensitif terhadap kondisi likuiditas, kekuatan dolar, imbal hasil Treasury, dan sentimen risiko yang lebih luas. Pembukaan kembali selat akan mengurangi salah satu risiko langsung paling jelas bagi pasar global, dengan efek utama pada kripto berupa dampak gejolak minyak terhadap inflasi, suku bunga, dan penempatan posisi investor, bukan paparan energi secara langsung.
Posisioning Pasar dan Level Teknis
Kecepatan pemulihan bitcoin menunjukkan seberapa terpaparnya pasar kripto pada pemberitaan Timur Tengah. Pergerakan bitcoin dari titik terendah 5 minggu di sekitar $74.250 ke zona $76.700–$77.000 mengarah pada short-covering dan permintaan baru untuk meningkatkan eksposur risiko setelah trader mematok probabilitas yang lebih rendah terhadap eskalasi lanjutan.
Pemulihan itu tidak menghapus kelemahan teknis yang lebih luas. Bitcoin masih berada di bawah area resistensi gagal $82.000 dan masih jauh di bawah puncak bulan Oktober. Rata-rata pergerakan eksponensial 50 hari di sekitar $77.000 menjadi uji pertama jangka pendek setelah pengumuman. Bitcoin sempat mencapai area tersebut sebelum kembali melambat menuju $76.800, sehingga pasar berada dekat level teknis yang dapat memisahkan reli pelemahan (relief bounce) dari upaya pemulihan yang lebih kuat.
Langkah Berikutnya
Uji langsungnya adalah apakah kesepakatan perdamaian beranjak dari pengumuman menuju finalisasi. Trump menyatakan rincian akhir masih dibahas dan akan diumumkan segera. Hingga detail tersebut dikonfirmasi, pasar bisa terus bereaksi tajam terhadap kabar dari Washington, Teheran, dan ibu kota regional.
Bagi trader kripto, variabel kuncinya tetap harga energi, kekuatan dolar, imbal hasil Treasury, serta apakah selera risiko membaik di ekuitas dan aset spekulatif lainnya. Konflik sudah berdampak pada pasar, dengan penurunan bitcoin ke titik terendah 5 minggu menunjukkan investor bersedia memangkas eksposur risiko dengan cepat ketika risiko geopolitik dan energi menguat. Reli setelah pengumuman Trump menunjukkan kebalikannya: ketika risiko eskalasi menurun, kripto bisa pulih cepat karena posisioning sudah defensif.