Tiger Research Memberi Peringatan Aturan Tokenized Stock dari SEC Berpotensi Memecah Likuiditas

LucasBennett
TSLA1,89%
HYPE-5,94%
RWA0,84%

Tiger Research telah memperingatkan bahwa rencana “innovation exemption” dari SEC untuk tokenized equities dapat merombak pasar saham dengan risiko yang signifikan, terutama dengan memecah likuiditas di berbagai ekosistem blockchain. SEC dilaporkan sedang menyiapkan aturan yang akan memungkinkan pihak ketiga untuk tokenisasi saham yang diperdagangkan secara publik seperti Apple dan Tesla tanpa memerlukan persetujuan dari emiten, sehingga versi tokenisasi dari ekuitas dapat diperdagangkan di platform kripto dan jaringan blockchain bersama bursa tradisional seperti NYSE dan Nasdaq. Kekhawatian utama Tiger Research bukanlah tokenisasi itu sendiri, melainkan bagaimana saham yang sama berpotensi diperdagangkan secara simultan di bursa tradisional, decentralized exchange, beberapa platform kripto, dan platform perdagangan tokenized di luar negeri—menyebarkan aliran order ke kumpulan likuiditas yang terputus dan melemahkan penemuan harga serta efisiensi pasar.

Sinyal Pertumbuhan Pasar: Momentum

Meski ada kekhawatiran regulasi, pasar aset tokenized berkembang dengan cepat. Menurut TradingView, open interest aset riil tokenized (RWA) Hyperliquid melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $2,6 miliar, berlipat dua dalam sekitar dua bulan. Pertumbuhan ini mencerminkan skala yang berarti dalam infrastruktur perdagangan tokenized.

Momentum di balik tokenisasi semakin mendapat perhatian regulatori. Komisioner SEC yang pro-kripto, Paul Atkins dan Hester Peirce, menguraikan kerangka kerja tokenisasi baru pada Februari, dengan mengusulkan hak tokenisasi oleh pihak ketiga yang memungkinkan perusahaan pialang dan platform perdagangan membuat versi saham yang diperdagangkan secara publik tanpa persetujuan langsung dari perusahaan yang memiliki saham tersebut. Bloomberg melaporkan bahwa SEC terbuka dengan gagasan itu.

Fragmentasi Likuiditas dan Risiko Pasar

Tiger Research mengidentifikasi fragmentasi likuiditas sebagai ancaman terbesar dari kerangka tersebut. Di bawah struktur yang diusulkan, saham yang sama bisa diperdagangkan di beberapa venue yang terputus secara bersamaan, menyebarkan aliran order dan berpotensi melemahkan efisiensi pasar.

Maja Vujinovic, CEO aset digital di FG Nexus, memperingatkan tentang risiko ini: “Pasar bisa terpecah menjadi kumpulan yang terputus sehingga menciptakan kesalahan pelacakan harga yang berbahaya.”

Hak Pemegang Saham dan Pertimbangan Regulasi

Laporan menunjukkan bahwa pengecualian yang diusulkan SEC mungkin hanya akan mengizinkan saham tokenized yang mempertahankan hak pemegang saham tradisional, seperti dividen dan akses pemungutan suara. Produk eksposur sintetis tanpa hak kepemilikan yang mendasarinya dilaporkan dapat dikecualikan.

Tekanan Kompetitif dan Perebutan Pangsa Pasar

Tiger Research menyoroti contoh ETF Korea Selatan sebelumnya, di mana keraguan regulatori diduga memungkinkan pasar asing merebut permintaan dan aset yang seharusnya tetap berada di dalam negeri. Analisis tersebut menyarankan bahwa yurisdiksi yang lambat beradaptasi terhadap risiko keuangan tokenized dapat kehilangan pangsa pasar dan pengaruh finansial secara global.

Regulator dan institusi keuangan tidak lagi memperdebatkan apakah blockchain akan memengaruhi pasar modal, tetapi seberapa besar risiko yang bisa dibawanya terhadap struktur pasar yang ada.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar