Menurut sumber industri keuangan, pasar saham Korea Selatan memicu mekanisme circuit breaker (sidecar) pada kelima Hari Perdagangan dalam minggu 20–24 Juli, yang menandai pola volatilitas tidak biasa di mana circuit breaker sisi jual dan sisi beli aktif secara bergantian. Pada Jumat, 24 Juli, hari perdagangan terakhir dalam minggu tersebut, KOSPI turun 5,72% menjadi 6.690,62, gagal mempertahankan level 7.000 poin, sementara KOSDAQ melemah 5,32% menjadi 748,22.
Yuanta Securities mengaitkan penurunan tajam itu dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak internasional lebih tinggi—WTI naik di atas $90 per barel dan Brent menembus $100—serta imbal hasil Treasury AS yang ikut meningkat (2 tahun di 4,36%, 10 tahun di 4,71%), sehingga memicu sentimen risk-off di kalangan investor asing. Saham-saham semikonduktor besar mencatat kerugian tajam: Samsung Electronics turun 7,59%, SK Hynix melemah 8,34%, dan SK Square turun 9,17%.