Otoritas Missouri mengajukan gugatan terhadap CoinFlip, operator ATM kripto besar, dengan tuduhan bahwa perusahaan secara sadar memfasilitasi transaksi penipuan dan memperoleh keuntungan dari penipuan yang menargetkan warga rentan, termasuk lansia dan veteran militer. Gugatan ini diumumkan oleh kantor Jaksa Agung Missouri Catherine Hanaway. Pejabat negara mengeklaim bahwa operasi CoinFlip, yang dijalankan melalui perusahaan induk GPD Holdings, melanggar Missouri Merchandising Practices Act dengan memfasilitasi transaksi yang terkait dengan penipuan. Gugatan ini merupakan bagian dari pengetatan regulasi yang lebih luas terhadap operator ATM kripto di seluruh Amerika Serikat.
Rincian Gugatan dan Denda
Otoritas Missouri meminta pengadilan untuk melarang CoinFlip beroperasi di negara bagian tersebut serta menjatuhkan denda perdata hingga $1,826 juta. Selain itu, gugatan tersebut juga menuntut penggantian kerugian (restitusi) bagi konsumen yang diduga kehilangan uang melalui transaksi ATM kripto penipuan selama lima tahun terakhir. Investigasi terhadap CoinFlip dan operator ATM kripto lainnya dimulai pada bulan Desember setelah negara bagian menerima pengaduan yang terkait dengan skema penipuan yang melibatkan kios mata uang digital.
Jejak Operasional CoinFlip
CoinFlip saat ini mengoperasikan 136 kios kripto di Missouri dan lebih dari 4.200 di seluruh negeri, menurut informasi yang tercantum di situs web perusahaan. ATM kripto memungkinkan pengguna untuk membeli atau kadang menjual mata uang kripto seperti Bitcoin menggunakan uang tunai atau kartu debit.
Pengetatan Regulasi yang Lebih Luas
Gugatan terhadap CoinFlip merupakan bagian dari respons regulatori yang lebih luas terhadap kekhawatiran soal penipuan dan perlindungan konsumen. Dalam beberapa bulan terakhir, legislator dan regulator telah memperkenalkan pembatasan, aturan kepatuhan yang lebih ketat, dan dalam beberapa kasus larangan langsung terhadap kios kripto. Legislator Minnesota juga kini sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang yang dapat melarang kios kripto setelah meningkatnya laporan penipuan.
Operator ATM kripto besar lainnya, Bitcoin Depot, menghadapi tekanan hukum dan finansial yang terus meningkat. Dalam pengajuan yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (US Securities and Exchange Commission) awal bulan ini, perusahaan memperingatkan bahwa ada “keraguan yang substansial” mengenai kemampuannya untuk terus beroperasi akibat litigasi yang masih berlangsung dan kewajiban hukum. Bitcoin Depot kemudian mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Texas.