Menurut ING, pada 18 Mei para analis strategi suku bunga bank mengatakan tidak ada tanda-tanda membalikkan tren kenaikan imbal hasil obligasi global. Para analis menyebut harga minyak yang terus naik dan konflik Iran yang belum terselesaikan sebagai pendorong utama, sambil menambahkan bahwa pasar semakin membenarkan ekspektasi inflasi yang lebih persisten alih-alih menganggap inflasi sebagai fenomena sementara. Tekanan harga telah melebar dari sektor energi ke sektor ekonomi lainnya, kata ING.
Berita Terkait
Imbal hasil Treasury AS 5,16% mencetak rekor tertinggi dalam hampir 3 tahun, Bank Prancis-Paribas: tidak ada jangkar pada level di atas 5%
“Raja Utang Baru” Oklak: Inflasi akan mencapai angka 4, peluang The Fed memangkas suku bunga tidak ada
Trump memperingatkan Iran bahwa waktu perundingan telah habis, Bitcoin turun kembali ke 77 ribu dolar AS