Pengadilan Tinggi Memutuskan Produk Hasil Crypto Earner yang Memerlukan Izin Keuangan Ditahan

Mahkamah Agung Australia memutuskan secara bulat untuk mengabulkan upaya banding Australian Securities and Investments Commission (ASIC) terhadap Web3 Ventures Pty Ltd, yang beroperasi dengan nama Block Earner, terkait produk imbal hasil kripto yang ditawarkan antara Maret hingga November 2022. Pengadilan menyatakan bahwa produk imbal hasil tetap “Earner” milik Block Earner adalah produk keuangan dan derivatif, sehingga memerlukan Australian Financial Services Licence. Perkara ini dikembalikan ke Full Federal Court untuk menentukan penalti, sekaligus menetapkan preseden hukum mengenai bagaimana produk imbal hasil kripto diperlakukan berdasarkan hukum jasa keuangan Australia.

High Court Mengklasifikasikan Produk Block Earner sebagai Derivatif Finansial

Mahkamah Agung Australia menemukan bahwa produk Earner milik Block Earner merupakan produk keuangan karena merupakan suatu fasilitas yang melaluinya seseorang melakukan investasi finansial. Pengadilan juga memperlakukan produk tersebut sebagai derivatif. ASIC menyatakan bahwa produk Earner, yang menawarkan imbal hasil tetap, ditawarkan antara Maret dan November 2022. Australian Securities and Investments Commission mengatakan keputusan bulat itu memungkinkan upayanya melawan perusahaan tersebut.

ASIC Menetapkan Kewajiban Perizinan untuk Produk Imbal Hasil Kripto

Posisi ASIC sepanjang persidangan adalah bahwa Block Earner memerlukan Australian Financial Services Licence untuk menawarkan produk Earner. Regulator berargumen bahwa produk yang menawarkan imbal hasil terstruktur, eksposur imbal hasil tetap, atau ekonominya menyerupai derivatif dapat menghadapi persyaratan perizinan bahkan ketika dibangun di atas aset digital. Putusan High Court memberikan dasar hukum bagi ASIC untuk perkara-perkara masa depan yang melibatkan produk kripto yang mirip fasilitas investasi atau derivatif.

Perkara Dikembalikan ke Full Federal Court untuk Penentuan Penalti

Perkara ini kini dikirim kembali ke Full Federal Court untuk menentukan penalti terhadap Block Earner. Produk Earner saat ini tidak lagi ditawarkan, karena hanya beroperasi antara Maret dan November 2022. Gugatan yang sedang berjalan ini membahas kepatuhan historis dan potensi penalti perdata. Full Federal Court akan memutuskan biaya praktis bagi Block Earner pada tahap penalti.

FAQ

Apa yang diputuskan High Court Australia dalam perkara Block Earner?

Mahkamah Agung Australia memutuskan secara bulat untuk memenangkan ASIC melawan Web3 Ventures Pty Ltd, yang beroperasi dengan nama Block Earner. Pengadilan menyatakan bahwa produk Earner milik Block Earner, yang menawarkan imbal hasil tetap antara Maret hingga November 2022, adalah produk keuangan dan derivatif yang memerlukan Australian Financial Services Licence.

Apa yang terjadi selanjutnya dalam perkara Block Earner?

Perkara ini dikirim kembali ke Full Federal Court untuk menentukan penalti terhadap Block Earner. Penentuan penalti akan memutuskan konsekuensi finansial bagi operasi perusahaan atas produk Earner yang tidak berlisensi selama periode Maret hingga November 2022.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar