Berdasarkan data Eurostat yang dirilis pada 13 Mei, produksi industri kawasan euro naik 0,2% secara bulanan pada Maret, menyamai tingkat pertumbuhan Februari. Kenaikan itu sebagian mencerminkan perusahaan yang mempercepat produksi dan menimbun stok untuk mengantisipasi meningkatnya biaya energi serta potensi gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah.
Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak dan gas lebih tinggi, sehingga memperkuat tekanan pada produsen kawasan euro yang bergantung pada energi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan pada akhir April bahwa UE telah menghabiskan tambahan 27 miliar euro untuk impor energi sejak konflik dimulai.
Related News
AS April CPI tumbuh 3,8% YoY dan mencapai level tertinggi dalam 32 bulan, penurunan suku bunga The Fed kembali ditunda
Bittensor Menguat Setelah Pengajuan ETF karena Modal Mengincar Token Baru
FAO: Harga Minyak Nabati Melonjak 5,9% di Tengah Ketegangan Hormuz