UEA Akan Membangun Dua Terminal Deepwater Baru untuk Menghindari Selat Hormuz ✨
Uni Emirat Arab akan membangun dua terminal deepwater baru di pesisir timurnya sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz hingga nol.
🔹 Proyek ini telah disepakati secara prinsip antara DP World dan Otoritas Pelabuhan Fujairah dengan konsesi selama 50 tahun.
🔹 Lokasi: kawasan Fujairah di sisi Teluk Oman, satu-satunya area pelabuhan utama UEA di luar Selat Hormuz.
🔹 Terminal 1: terminal peti kemas dan serbaguna Al Rughaylat dengan kapasitas tahunan 2,5 juta TEU, 1,7 juta ton kargo umum, dan 190.000 kendaraan.
🔹 Terminal 2: terminal kargo umum Dibba dengan kapasitas tambahan tahunan 3,6 juta ton.
🔹 Waktu konstruksi: penyerahan bertahap antara 24 dan 30 bulan sejak dimulainya pekerjaan.
🔹 Kapasitas total: akan meningkatkan kapasitas peti kemas DP World UAE dari 19,4 juta TEU menjadi kira-kira 22 juta TEU.
Kawasan Fujairah memperoleh kepentingan strategis dalam beberapa bulan terakhir setelah penutupan de facto Selat Hormuz. Selat ini mengangkut sekitar seperlima dari arus minyak dan gas global, dan pelaporan menyebut arus lalu lintas turun hingga serendah 9 kapal pada hari tertentu. UEA dan Arab Saudi mengoperasikan pipa yang ada pada kapasitas hampir penuh dan merencanakan untuk berinvestasi miliaran dolar AS pada jalur baru.
Sumber menunjukkan bahwa UEA sedang mempersiapkan masa depan tanpa Selat Hormuz. Menteri Perdagangan Luar Negeri Thani Al Zeyoudi mengonfirmasi target nol ketergantungan pada Selat Hormuz. Rencana tersebut mencakup perluasan pelabuhan di timur, pembangunan pipa baru, serta penguatan koneksi kereta dan jalan raya.
Proyek ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pelabuhan Jebel Ali, melainkan untuk menyediakan cadangan dan perdagangan yang tetap berjalan tanpa gangguan. Muatan yang tiba di Fujairah akan diangkut melalui jalan dan kereta ke Dubai, Abu Dhabi, dan negara-negara Teluk di sekitarnya.
#SummerCreationCamp #夏日创作营
#𝐎𝐈𝐋 #Hormuz
$XTIUSD $XBRUSD $CL
Uni Emirat Arab akan membangun dua terminal deepwater baru di pesisir timurnya sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz hingga nol.
🔹 Proyek ini telah disepakati secara prinsip antara DP World dan Otoritas Pelabuhan Fujairah dengan konsesi selama 50 tahun.
🔹 Lokasi: kawasan Fujairah di sisi Teluk Oman, satu-satunya area pelabuhan utama UEA di luar Selat Hormuz.
🔹 Terminal 1: terminal peti kemas dan serbaguna Al Rughaylat dengan kapasitas tahunan 2,5 juta TEU, 1,7 juta ton kargo umum, dan 190.000 kendaraan.
🔹 Terminal 2: terminal kargo umum Dibba dengan kapasitas tambahan tahunan 3,6 juta ton.
🔹 Waktu konstruksi: penyerahan bertahap antara 24 dan 30 bulan sejak dimulainya pekerjaan.
🔹 Kapasitas total: akan meningkatkan kapasitas peti kemas DP World UAE dari 19,4 juta TEU menjadi kira-kira 22 juta TEU.
Kawasan Fujairah memperoleh kepentingan strategis dalam beberapa bulan terakhir setelah penutupan de facto Selat Hormuz. Selat ini mengangkut sekitar seperlima dari arus minyak dan gas global, dan pelaporan menyebut arus lalu lintas turun hingga serendah 9 kapal pada hari tertentu. UEA dan Arab Saudi mengoperasikan pipa yang ada pada kapasitas hampir penuh dan merencanakan untuk berinvestasi miliaran dolar AS pada jalur baru.
Sumber menunjukkan bahwa UEA sedang mempersiapkan masa depan tanpa Selat Hormuz. Menteri Perdagangan Luar Negeri Thani Al Zeyoudi mengonfirmasi target nol ketergantungan pada Selat Hormuz. Rencana tersebut mencakup perluasan pelabuhan di timur, pembangunan pipa baru, serta penguatan koneksi kereta dan jalan raya.
Proyek ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pelabuhan Jebel Ali, melainkan untuk menyediakan cadangan dan perdagangan yang tetap berjalan tanpa gangguan. Muatan yang tiba di Fujairah akan diangkut melalui jalan dan kereta ke Dubai, Abu Dhabi, dan negara-negara Teluk di sekitarnya.
#SummerCreationCamp #夏日创作营
#𝐎𝐈𝐋 #Hormuz
$XTIUSD $XBRUSD $CL










