Menurut pelacakan Jin10, AS melakukan serangan malam keenam berturut-turut terhadap target di Iran pada 17 Juli, dengan sasaran basis militer dan infrastruktur. Pasukan Garda Revolusi Iran mengklaim serangan terhadap posisi AS di pangkalan di Kuwait dan Yordania, sementara Korps Garda Revolusi Islam memperingatkan bahwa ancaman lanjutan AS terhadap infrastruktur Iran akan memicu serangan ke semua fasilitas regional. Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran menyatakan: jika Trump terus mengancam infrastruktur Iran, Iran akan merespons dengan menargetkan seluruh fasilitas di kawasan.
Secara paralel, pejabat Gedung Putih mengatakan Iran masih terlibat dalam dialog dengan Amerika Serikat.
Koridor energi regional menghadapi risiko yang kian meningkat. Iran bersumpah bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali di bawah tekanan AS, dan Irak mengumumkan bahwa semua pengiriman minyak mentah dari dermaga Basra dihentikan setelah sebuah drone menabrak kapal tanker minyak. Iran juga mengklaim telah memulihkan sisa-sisa drone AS MQ-9.