Futures bensin AS turun di bawah $3,60 per galon minggu ini karena pasar memperhitungkan ekspektasi meredanya konflik di Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara upaya untuk mengarahkan kapal yang terjebak di Selat Hormuz, sehingga membuka ruang bagi perundingan dengan Iran untuk mengakhiri konflik, sambil tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata di Timur Tengah masih berlaku dan operasi awal militer AS berskala besar terhadap Iran telah berakhir, yang turut menstabilkan sentimen pasar. Menurut U.S. Energy Information Administration (EIA), per 24 April, permintaan bensin meningkat sementara level persediaan turun dan produksi turun sedikit.