Thai Oil Mengubah Sumber Bahan Baku Minyak Mentah, Impor Afrika Meningkat Menjadi 39% pada April-Mei

GateNews

Menurut CEO Thai Oil Pongpun, penyuling terbesar Thailand tersebut telah secara signifikan mengubah asal pasokan minyak mentahnya pada April dan Mei. Impor dari Afrika kini menyumbang 39% dari total pembelian perusahaan, naik dari hampir nol sebelumnya, sementara minyak mentah dari Timur Tengah turun dari 91% menjadi 35%. Minyak mentah dari Amerika Utara dan Amerika Selatan naik menjadi sekitar 18% dari total pembelian.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Jerman Memperpanjang Jaminan Ketenagakerjaan Kilang PCK Schwedt hingga Akhir 2026

Menurut Menteri Ekonomi Jerman Reichel, pemerintah telah memperpanjang jaminan kerja di kilang PCK Schwedt selama enam bulan hingga akhir 2026.

GateNews1jam yang lalu

Indonesia Menunda Rencana untuk Menaikkan Royalti Penambangan dan Pajak Ekspor pada Senin

Menurut Reuters, kementerian pertambangan Indonesia menunda rencana untuk menaikkan biaya royalti dan pajak ekspor atas produk mineral pada Senin. Pemerintah sebelumnya merencanakan untuk memberlakukan royalti yang lebih tinggi pada beberapa perusahaan pertambangan serta pajak ekspor atas mineral termasuk batu bara, namun menunda inisiatif tersebut untuk mengembangkan kerangka kebijakan yang menguntungkan pemerintah dan industri pertambangan.

GateNews1jam yang lalu

Bukti Gudang Futures DCE Polivinil Klorida Meningkat 1.582 Kontrak pada 11 Mei

Berdasarkan data Dalian Commodity Exchange, pada 11 Mei, bukti simpanan futures polivinil klorida (PVC) naik sebesar 1.582 kontrak menjadi 74.904 kontrak. Bukti simpanan polietilena meningkat 386 kontrak menjadi 13.143, sementara propilena turun 317 kontrak menjadi 14.362. Bukti simpanan etilen glikol turun 500 kontrak menjadi 9.153, dan bukti simpanan gas petroleum cair turun 50 kontrak menjadi 1.119.

GateNews1jam yang lalu

China Memimpin Konsumsi Batubara Global pada 92,2 EJ pada 2024, India Urutan Kedua dengan 23 EJ

Menurut 2025 World Energy Review, Tiongkok mengonsumsi 92,2 eksajoule (EJ) batu bara pada 2024, menjadi konsumen batu bara terbesar di dunia, disusul India dengan 23 EJ. Dua negara ini menyumbang hampir 70% dari konsumsi batu bara global, yang mencerminkan permintaan yang terkonsentrasi dari dua negara dengan populasi terpadat di dunia. Amerika Serikat berada di peringkat ketiga dengan pangsa global 4,8%.

GateNews1jam yang lalu

Inventaris Pergudangan Energi Bursa Berjangka Shanghai Turun pada 11 Mei; Minyak Bakar Turun 8.520 Ton

Menurut data Bursa Berjangka Shanghai yang dirilis pada 11 Mei, gudang komoditas energi utama mengalami pergerakan yang beragam. Persediaan gudang bahan bakar minyak ber-sulfur rendah turun sebesar 8.520 ton, sementara bahan bakar minyak turun 5.500 ton dan persediaan gudang aspal petroleumnya turun 1.800 ton. Persediaan gudang pulp naik sebesar 478 ton. Komoditas lain termasuk gudang kertas dan minyak mentah tetap tidak berubah.

GateNews1jam yang lalu

Indeks Harga Konsumen (CPI) India April Diperkirakan Meningkat ke 3,85% dari 3,4%, Didorong Efek Dasar Pangan dan Inflasi Inti

Berdasarkan survei Wall Street Journal terhadap ekonom, tingkat inflasi konsumen India diperkirakan naik menjadi 3,85% year-on-year pada April dari 3,4% pada Maret. Analis riset Citi mengaitkan kenaikan tersebut dengan efek basis inflasi pangan yang tidak menguntungkan dan menguatnya momentum inflasi inti. Dhiraj Nim dari ANZ Research mencatat bahwa guncangan harga minyak dan meningkatnya tekanan biaya input kemungkinan akan mendorong percepatan inflasi India lebih lanjut dalam beberapa bulan me

GateNews1jam yang lalu
Komentar
0/400
Tidak ada komentar