
Samsung Securities pada 28 Mei mengadakan rapat dewan direksi, mengonfirmasi akuisisi saham Dunamu sebanyak 697.487 lembar senilai sekitar 306,4 miliar won Korea. Harga per saham ditetapkan pada 439.250 won Korea. Ketua Otoritas Jasa Keuangan Korea (FSC), Lee Won-gun, mengonfirmasi sedang mempertimbangkan pencabutan atau pelonggaran aturan pemisahan antara lembaga keuangan dan aset virtual yang diterapkan sejak 2017.
Rincian transaksi konfirmasi akuisisi Samsung Securities
Pengumuman Samsung Securities mengonfirmasi bahwa dari 697.487 lembar saham yang dibeli kali ini, semuanya merupakan pengalihan saham yang sudah ada dari empat entitas di bawah Kakao, dan tidak melibatkan penerbitan saham baru Dunamu. Total nilai akuisisi sebesar 306.372.559.724 won Korea (sekitar 306,4 miliar won Korea), dengan harga per saham 439.250 won Korea, selaras dengan harga opsi put pada bursa saham terpadu untuk Dunamu dan Naver Financial; berdasarkan itu, estimasi valuasi keseluruhan Dunamu sekitar 15,3 triliun won Korea.
Sebelumnya, Hanwha Investment Securities telah membeli saham Dunamu dari Kakao Investment dengan nilai sekitar 597,8 miliar won Korea berdasarkan valuasi yang sama, sehingga porsi kepemilikan meningkat menjadi 9,84%. Dunamu adalah operator bursa aset virtual terbesar di Korea, Upbit.
Pernyataan kebijakan konfirmasi Ketua FSC pada 21 Mei
Pada konferensi pers tanggal 21 Mei, Ketua FSC Lee Won-gun mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pencabutan efektif atau pelonggaran aturan pemisahan “emas dan perak” antara lembaga keuangan dan aset virtual yang diterapkan sejak 2017. Ia mengonfirmasi, “Seiring perubahan lingkungan pasar global dan dorongan legislasi untuk institusionalisasi aset virtual, kami harus meninjau perubahan ini secara menyeluruh.”
Per 28 Mei, FSC belum mengumumkan secara resmi aturan spesifik untuk penyesuaian kebijakan tersebut atau jadwal kapan aturan itu berlaku. Insiders industri Korea mengonfirmasi bahwa keterlibatan lembaga keuangan besar dianggap sebagai syarat penting untuk memperbaiki struktur tata kelola bursa aset virtual, dengan catatan bursa aset virtual tersebut secara resmi dimasukkan ke dalam kerangka aturan institusional.
Tindakan konfirmasi penataan lembaga keuangan Korea pada aset virtual
Selain Samsung Securities, lembaga keuangan utama Korea lainnya juga telah mengonfirmasi langkah konkret di bidang aset virtual. Bank Hana Asia telah menginvestasikan 1 triliun won Korea ke Dunamu dan menjadi pemegang saham utama; Mirae Asset Group sedang mencari akuisisi saham Korbit sebesar 92,06%; serta Korea Financial Holdings sedang serius mempertimbangkan akuisisi sekitar 20% saham Coinone.
Pertanyaan yang sering diajukan
Empat entitas Kakao penjual Samsung Securities itu apa saja secara spesifik?
Berdasarkan konfirmasi dalam pengumuman Samsung Securities, pihak penjual mencakup empat entitas di bawah Kakao, yakni Kakao Investment Corp., Kakao Ventures Corp., Kakao Youth Startup Fund, serta KIF-Kakao Ureoli Bank Technology Finance Investment Fund; seluruhnya merupakan pengalihan saham yang sudah ada, dan tidak melibatkan penerbitan saham baru Dunamu.
Sejak kapan ketentuan pemisahan yang disiratkan Ketua FSC akan dilonggarkan, dan batasan apa yang dikenai?
Pernyataan Ketua FSC Lee Won-gun mengonfirmasi bahwa objek peninjauan adalah aturan pemisahan antara lembaga keuangan dan bursa aset virtual yang diterapkan sejak 2017. Per 28 Mei, FSC belum membuat pengumuman resmi mengenai cara spesifik pelonggaran atau pencabutan serta jadwal kapan akan berlaku.
Bagaimana valuasi Dunamu sebesar 15,3 triliun won Korea dihitung?
Berdasarkan harga akuisisi per saham 439.250 won Korea dalam pengumuman Samsung Securities, harga tersebut selaras dengan harga opsi put untuk Dunamu dan Naver Financial di bursa saham terpadu, sehingga memperkirakan valuasi keseluruhan Dunamu sekitar 15,3 triliun won Korea. Hanwha Investment Securities sebelumnya juga mengakuisisi saham Dunamu yang dimiliki Kakao Investment dengan valuasi yang sama, dan mengonfirmasi bahwa ini menjadi acuan harga tersebut.