Menurut Presiden Rapidan Energy Bob McNally, diberitakan Jin10 pada 15 Juni, harga minyak kemungkinan tetap tinggi hingga akhir musim panas meskipun Selat Hormuz segera dibuka kembali. McNally memperingatkan bahwa penyangga pasar minyak global, termasuk cadangan strategis AS, tengah terkuras dengan cepat.
Data dari Energy Information Administration menunjukkan penurunan pasokan minyak sebesar 7,9 juta barrel dari 29 Mei hingga 5 Juni. Jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan yang bertahan lama, harga minyak bisa melonjak hingga sekitar $115 per barrel, dan harga bensin AS bisa mencapai rekor tertinggi baru di $5 per galon. McNally menambahkan bahwa gangguan saat ini telah menyebabkan hilangnya pasokan minyak lebih dari 1 miliar barrel.