Berdasarkan data Jin10, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz pada pertengahan Juli 2026. Militer AS melakukan pemeriksaan kapal di Teluk Oman, sementara kapal tanker yang dikenai sanksi berbalik arah di kawasan tersebut. Iran menyatakan selat itu tidak akan dibuka kembali di bawah tekanan AS, dan otoritas Irak serta Suriah berencana mengembangkan bersama pipa minyak lintas batas untuk melewati jalur perairan itu.
Meski tidak stabil di tingkat regional, volume pemuatan minyak mentah Irak pada paruh pertama Juli lebih dari dua kali lipat dibanding level Juni, mencapai 1,2 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak Venezuela diproyeksikan mencapai 1,4 juta barel per hari pada akhir tahun, dan Pakistan berencana meningkatkan pembelian LNG di tengah gangguan transportasi.