Menurut laporan media keuangan, tembaga LME melonjak ke sekitar $14.100 per ton pada Selasa, naik sekitar 1%, perlahan mendekati rekor tertinggi di atas $14.500 per ton yang ditetapkan pada Januari. Reli ini mencerminkan beberapa faktor: permintaan dari Tiongkok yang mulai pulih dan pasokan sulfur yang ketat—asam sulfat menjadi komponen penting dalam proses produksi tembaga tertentu. Selain itu, karena tembaga banyak digunakan di pusat data dan infrastruktur kelistrikan penunjang, kenaikan harga tembaga kini semakin berkorelasi dengan saham AS di tengah gelombang AI.
Related News
Ash Crypto: Kontrak berjangka tembaga mencetak rekor tertinggi baru di 6,69 dolar AS per pon, altcoin berpotensi tertinggal namun ikut naik
Harga Cardano Memantul Kembali saat Kekuatan Pembelian Paus Menguat untuk ADA
Harga Cardano Menguat Kembali karena Kekuatan Beli Paus Meningkatkan ADA