Indikator Bull & Bear Bank of America naik menjadi 9,6 pekan lalu, menandai level sinyal jual tertinggi sejak puncak reli pasar saham era pandemi 2021. Indikator tersebut, yang mengukur sentimen investor pada skala 0-10, naik dari 9,5 menjadi 9,6, menurut laporan dari tim riset BofA yang dipimpin Chief Investment Strategist Michael Hartnett pada tanggal 24. Indikator ini dianggap sebagai ukuran kontrarian—ketika investor menjadi sangat optimistis, itu menandakan peluang untuk menjual; sedangkan pesimisme ekstrem menunjukkan peluang untuk membeli.
Indikator BofA Memperlihatkan Pola Penurunan Rata-rata 2-3% Secara Historis
Indikator Bull & Bear dihitung berdasarkan faktor sentimen investor, termasuk posisi hedge fund, arus dana ekuitas dan obligasi, serta indikator teknikal. Tim riset BofA menyatakan dalam laporannya bahwa dari 17 sinyal jual yang tercatat sejak 2002, pasar saham global mengalami penurunan rata-rata 2-3% selama tiga bulan setelah sinyal tersebut, dengan penurunan maksimum mencapai 15-20%. Para analis mencatat bahwa sinyal beli atau jual biasanya bertahan selama 1-3 bulan.
Analis BofA Menyebut Faktor Risiko Suku Bunga
BofA mengidentifikasi suku bunga sebagai salah satu faktor yang berpotensi berdampak negatif pada pasar, dengan mengacu pada ekspektasi adanya kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Tim riset menyatakan dalam laporan yang sama bahwa "investor saham saat ini tidak memandang level suku bunga sebagai ancaman bagi pasar bull di aset berisiko selain obligasi", tetapi menambahkan bahwa "pasar akan menghadapi guncangan negatif jika administrasi AS yang pro-pasar membiarkan kenaikan suku bunga di depan pemilihan paruh waktu untuk mendinginkan pasar yang terlalu panas dan meredakan rasa kesal terhadap para miliarder."
FAQ
Level berapa yang dicapai Indikator Bull & Bear BofA pekan lalu?
Indikator naik dari 9,5 menjadi 9,6, mencapai level sinyal jual tertinggi sejak puncak reli pasar saham era pandemi 2021.
Apa yang terjadi secara historis setelah sinyal jual BofA sejak 2002?
Di antara 17 sinyal jual yang tercatat sejak 2002, pasar saham global turun rata-rata 2-3% selama tiga bulan setelah sinyal tersebut, dengan penurunan maksimum mencapai 15-20%. Sinyal-sinyal ini biasanya bertahan selama 1-3 bulan.