Bank Sentral Asia Memperketat Kontrol Valuta Offshore; India Membatasi Posisi Bersih Bank di $100M, Indonesia Menaikkan Suku Bunga

Bank sentral Asia memperketat upaya untuk membendung spekulasi valas lepas pantai selama pekan lalu. Kementerian Keuangan Korea Selatan mengumumkan peningkatan pengawasan atas derivatif mata uang lepas pantai pada hari Minggu, sementara Filipina mewajibkan bank memastikan kontrak forward non-deliverable hanya digunakan untuk tujuan ekonomi. India memperketat pembatasan posisi net terbuka bank menjadi 100 juta dolar AS, dan Indonesia secara tak terduga menaikkan suku bunga sambil menyatakan bank sentral tetap aktif 24/7 di pasar valas global untuk mendukung rupiah. Langkah-langkah ini mencerminkan kekhawatiran pembuat kebijakan bahwa perdagangan lepas pantai memperparah pelemahan mata uang regional di tengah harga minyak yang tinggi, arus keluar modal, dan dolar AS yang menguat.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar