Perdana Menteri India Narendra Modi telah menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang peningkatan pesat deepfake yang dihasilkan AI dan keadaan misinformasi di lingkungan digital, memperingatkan bahwa mereka secara serius mengancam masyarakat terbuka dan demokratis. Dia mengatakan alat kecerdasan buatan sekarang dapat menghasilkan video, audio, dan gambar palsu dengan fidelitas tinggi, sehingga semakin sulit bagi orang untuk membedakan antara kebenaran dan konten yang dimanipulasi.
Menurut laporan, Modi menyerukan penguatan perlindungan, termasuk adopsi tanda air digital dan standar verifikasi sumber yang jelas untuk memastikan transparansi dan keaslian konten online. Ia menegaskan bahwa tanpa kerangka hukum dan solusi teknologi yang tepat, misinformasi dapat merusak kepercayaan publik, menyebabkan ketidakstabilan kelembagaan, dan mengikis kohesi sosial. Pada saat yang sama, ia juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan anak di era digital.