Duo Israel telah didakwa karena diduga menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan di Polymarket.
Israel telah mendakwa seorang warga sipil dan seorang reservis militer atas tuduhan menggunakan informasi militer rahasia untuk memasang taruhan di platform prediksi Polymarket. Menurut laporan dari Jerusalem Post, kedua individu tersebut menggunakan data rahasia untuk bertaruh pada waktu operasi militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Jaksa menegaskan bahwa tindakan duo tersebut menimbulkan risiko keamanan operasional dan bahwa bukti yang memberatkan mendukung penuntutan mereka. Pengungkapan kasus ini, yang sebelumnya diberlakukan larangan pemberitaan, terjadi setelah berminggu-minggu spekulasi terkait aktivitas Polymarket yang terkait dengan perkembangan militer Israel.
Kasus ini berawal dari prediksi akurat seorang pengguna anonim Polymarket terhadap empat peristiwa yang melibatkan militer Israel pada Juni 2025. Taruhan tersebut sangat berhasil sehingga pelaku diperkirakan memperoleh keuntungan lebih dari $100.000. Laporan ini akhirnya memicu penyelidikan dari Shin Bet, layanan keamanan dalam negeri Israel, terhadap dugaan bahwa seorang anggota IDF mendapatkan keuntungan dari informasi rahasia.
Setelah penyelidikan, pihak berwenang menangkap pasangan tersebut. Jaksa berencana menuntut mereka dengan pelanggaran keamanan serius, suap, dan menghalangi proses hukum. Namun, kasus ini masih berada di bawah pembatasan hukum, sehingga identitas kedua individu, rincian taruhan, dan sumber informasi tidak dapat dipublikasikan.
Meskipun semakin populer, pasar prediksi sering dikritik karena kurangnya mekanisme untuk mencegah orang dengan informasi istimewa mendapatkan keuntungan. Selain itu, para kritikus berpendapat bahwa anonimitas yang disediakan oleh platform ini mendorong praktik perdagangan orang dalam.
Kritikus menyebutkan sebuah kasus terbaru di mana seorang pengguna anonim Polymarket bertaruh untuk menggulingkan mantan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro hanya beberapa jam sebelum pasukan khusus AS menangkapnya. Meskipun pelaku dilaporkan mendapatkan keuntungan lebih dari $400.000, dan kasus ini memicu spekulasi tentang perdagangan orang dalam, tidak ada tindakan yang diambil. Kasus Israel ini menjadi salah satu kasus pertama yang diketahui di mana pengguna Polymarket menghadapi penuntutan karena menggunakan informasi istimewa untuk keuntungan pribadi.