Saham Hong Kong naik 10,62% pada Juli, memimpin indeks-indeks utama global, dengan Indeks Hang Seng ditutup pada 25.310 poin, naik 103 poin, dan berada di atas rata-rata pergerakan 100 hari. Kenaikan terjadi saat Indeks MSCI Emerging Markets memasuki fase konsolidasi setelah mencetak rekor tertinggi pada Juni, sementara pasar saham Taiwan dan Korea Selatan mengalami koreksi yang signifikan. Konflik AS-Iran mengganggu sekitar 30% perdagangan pupuk global dan lebih dari 30% pasokan pupuk nitrogen pada akhir Juni, sehingga harga pupuk naik lebih dari 20% year-on-year dan pupuk nitrogen melonjak 46%. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan bahwa dampak kekurangan pupuk terhadap produksi tanaman pangan pokok akan muncul dalam 6 hingga 9 bulan, serta memprediksi inflasi harga pangan yang parah pada akhir 2026 hingga 2027. Makanan menyumbang 30–50% dari keranjang Indeks Harga Konsumen di ekonomi pasar berkembang utama termasuk India, Indonesia, Brasil, dan Kolombia, sehingga inflasi harga pangan menjadi ancaman sistemik bagi kebijakan moneter dan arus modal negara pasar berkembang.
Saham Hong Kong Memimpin Indeks Global pada Juli
Indeks Hang Seng ditutup pada 25.310 poin, naik 103 poin, menempatkannya di atas rata-rata pergerakan 100 hari setelah pulih dari rata-rata pergerakan 10 hari, 20 hari, dan 50 hari. Indeks masih memerlukan tambahan 408 poin untuk melampaui rata-rata pergerakan 250 hari. Kenaikan saham Hong Kong pada Juli sebesar 10,62% menempatkannya di posisi pertama di antara indeks saham utama global. Kinerja yang mengungguli pasar ini dipicu oleh kombinasi penurunan yang signifikan sebelumnya dan pengambilan keuntungan di pasar lain.
Konflik AS-Iran Mengganggu Pasokan Pupuk
Konflik AS-Iran melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz selama berbulan-bulan, menghalangi sekitar 30% perdagangan pupuk global. Gangguan tersebut memangkas sekitar 17% pasokan gas alam dan lebih dari 30% pasokan pupuk nitrogen. Pada akhir Juni, harga pupuk meningkat lebih dari 20% year-on-year, sementara harga pupuk nitrogen melonjak 46%.
FAO Memperingatkan Perkiraan Waktu Inflasi Harga Pangan
FAO memperingatkan bahwa dampak kekurangan pupuk terhadap produksi tanaman pangan pokok akan muncul dalam 6 hingga 9 bulan. Organisasi ini memprediksi inflasi harga pangan akan menguat pada akhir 2026 hingga 2027. Para ahli iklim memperkirakan fenomena El Niño saat ini merupakan yang paling parah sejak 1950.
JPMorgan Memperkirakan Laju Inflasi Pangan 5% pada 2027
JPMorgan menyatakan bahwa “Super El Niño” yang dikombinasikan dengan harga minyak yang tinggi akan memicu tekanan inflasi ganda. Institusi ini memperkirakan laju inflasi pangan mencapai sekitar 5% pada paruh pertama 2027, yang merepresentasikan kenaikan sekitar 0,6 poin persentase pada inflasi global keseluruhan. Di India, Indonesia, Brasil, dan Kolombia, makanan terdiri dari 30–50% dari keranjang Indeks Harga Konsumen. Harga pangan yang tidak terkendali akan mengganggu kebijakan moneter bank sentral, memaksa penundaan pemangkasan suku bunga atau kenaikan suku bunga yang kembali terjadi, memperlambat pertumbuhan ekonomi domestik, dan memicu arus keluar modal asing.
Puncak Harga Pangan Historis Mendahului Penurunan Pasar Berkembang
Ketika Indeks Harga Pangan FAO mencapai puncak historis pada 2008, 2011, dan 2022, Indeks MSCI Emerging Markets kemudian turun masing-masing 66,06%, 42,58%, dan 41,55% dari level tertinggi. Pola tersebut berulang pada ketiga episode: harga pangan yang meningkat mendorong inflasi, bank sentral menaikkan suku bunga, ekonomi domestik melambat, dan penarikan modal asing dipercepat. Indeks MSCI Emerging Markets mencapai rekor tertinggi pada Juni seiring pasar global, tetapi masuk fase konsolidasi pada Juli karena valuasi yang mahal dan pengambilan keuntungan. Koreksi pasar saham Taiwan dan Korea Selatan sangat signifikan.
FAQ
Apa yang menyebabkan harga pupuk melonjak pada akhir Juni?
Konflik AS-Iran melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz, menghalangi sekitar 30% perdagangan pupuk global, sekitar 17% pasokan gas alam, dan lebih dari 30% pasokan pupuk nitrogen. Pada akhir Juni, harga pupuk naik lebih dari 20% year-on-year dan harga pupuk nitrogen melonjak 46%.
Kapan FAO memprediksi inflasi harga pangan akan menguat?
FAO memperingatkan bahwa dampak kekurangan pupuk terhadap produksi tanaman pangan pokok akan muncul dalam 6 hingga 9 bulan, dan memprediksi inflasi harga pangan akan menguat pada akhir 2026 hingga 2027. JPMorgan memperkirakan laju inflasi pangan mencapai sekitar 5% pada paruh pertama 2027.