Baru-baru ini, Zhendi Technology mengajukan prospektus IPO revisi ke Bursa Efek Hong Kong, yang mengungkap pertumbuhan pendapatan yang “meledak” sekaligus kerugian yang terus berlanjut. Berdasarkan pengajuan tersebut, pendapatan perusahaan naik dari 160 juta yuan pada 2023 menjadi 2 miliar yuan pada 2025, dengan lima bulan pertama 2026 menghasilkan 956 juta yuan, naik 73% secara year-over-year. Namun, perusahaan melaporkan akumulasi kerugian bersih lebih dari 900 juta yuan selama 2023–2025, dengan kerugian bersih masing-masing sebesar 237 juta yuan, 335 juta yuan, dan 331 juta yuan. Pada lima bulan pertama 2026, kerugian bersih mencapai 128 juta yuan.
Margin kotor perusahaan membaik secara signifikan dari -8,3% pada 2023 menjadi 9% pada lima bulan pertama 2026. Namun, Zhendi menghadapi tradeoff klasik antara volume dan harga: sementara volume penjualan motor controller naik dari 319.000 unit pada 2023 menjadi 614.000 unit pada 2025, harga jual rata-rata turun dari 4.328 yuan menjadi 2.473 yuan pada periode yang sama. Perusahaan menyebut tekanan harga tersebut berasal dari persaingan yang makin ketat di pasar kendaraan energi baru serta konsolidasi di antara para pesaing dalam rantai pasok, dengan sepuluh pemasok teratas motor controller EV domestik menguasai 70,4% pangsa pasar pada 2025.