Pada 23 Mei, Presiden Ukraina Zelensky menandatangani dekret presiden yang memberlakukan sanksi terhadap armada bayangan Rusia serta personel Rusia terkait yang terlibat dalam serangan rudal ke wilayah Ukraina, menurut Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.
Paket sanksi ini menargetkan 29 kapal niaga sipil yang memasok logistik dan transportasi pasukan untuk operasi militer Rusia. Sebagian besar kapal tersebut telah lebih dulu dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris, serta diakui secara internasional sebagai pendukung operasi logistik militer Rusia.