Menurut CCTV, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan nota kesepahaman gencatan senjata setelah berbulan-bulan negosiasi, dengan upacara penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni di Jenewa, Swiss. Kesepakatan itu menuai skeptisisme dari beberapa senator dan pejabat AS yang khawatir dengan ketentuannya.
Profesor Diao Daming dari Universitas Renmin Tiongkok menyatakan bahwa perbedaan pendapat di dalam negeri tidak akan secara substansial menghambat penandatanganan. Ia menambahkan bahwa nota tersebut, sebagai perjanjian eksekutif, tidak memerlukan persetujuan kongres. Kekhawatiran yang diajukan oleh senator seperti Lindsey Graham terutama menargetkan perjanjian final di masa depan yang akan dinegosiasikan dalam 60 hari ke depan, bukan nota kesepahaman saat ini.