Menurut pemberitaan Financial Times, saham Uber Technologies (UBER) turun hampir 5% pada Jumat setelah Alphabet's Waymo memberi sinyal bahwa pihaknya bisa keluar dari kemitraan robotaxi mereka ketika perjanjian yang berlangsung berakhir pada Januari 2028. Waymo telah memberi tahu Uber mengenai rencana untuk meluncurkan layanan robotaxi independennya sendiri di Austin dan Atlanta, dua pasar utama perusahaan untuk operasi kendaraan otonom.
Kemitraan tersebut memburuk di tengah persaingan yang kian ketat, perbedaan pandangan terkait regulasi, serta sengketa mengenai kualitas layanan dan keselamatan. Uber telah berinvestasi lebih dari $10 miliar dalam kemitraan kendaraan otonom sejak 2020, sehingga potensi perpecahan menjadi kemunduran besar bagi ambisi robotaxi perusahaan ride-hailing itu.