Menurut Bloomberg, Uber memangkas 10% pekerjaan operasional layanan pelanggan pada 22 Juli. Perusahaan tersebut juga meminta sebagian staf jarak jauh untuk pindah ke kantor pusat agar prosesnya lebih mudah, mendukung kolaborasi tatap muka, dan terus mengadopsi AI.
Langkah ini sejalan dengan pergeseran pola kerja yang lebih luas di Uber. Mulai Juni, perusahaan mewajibkan staf korporat bekerja dari kantor tiga hari dalam seminggu, termasuk beberapa pekerja jarak jauh yang sebelumnya telah disetujui. Ini menyusul reorganisasi pada Juni yang memangkas divisi karyawan Uber sebesar 23%.