Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menjalani kunjungan ketiganya ke Walter Reed National Military Medical Center dalam waktu 13 bulan, sebagaimana diumumkan Gedung Putih pada Mei 2026. Trump, yang akan berusia 80 tahun pada Juni, menghadapi sorotan kesehatan yang kian meningkat dari dokter jantung terkemuka Jonathan Reiner, yang mengatakan kepada The Washington Post: "Gedung Putih ini seperti tidak mau mengakui adanya keluhan fisik apa pun, tetapi orang yang lebih tua akan mengalami masalah medis, dan presiden sudah hampir 80 tahun." Reiner, profesor kedokteran dan kepala laboratorium kateterisasi jantung di The George Washington University Hospital, menyatakan: "Sepertinya ada kekurangan kejujuran dari pihak Gedung Putih." Presiden biasanya melakukan perjalanan ke Walter Reed satu kali setiap tahun, namun Trump membuat dua kunjungan pada 2025, salah satunya semula ia klaim untuk MRI tetapi kemudian diungkap ternyata untuk pemindaian CT.
White House Medical Visit Statement
The White House has maintained that Trump has not undertaken any visits without public knowledge. White House Press Secretary Karoline Leavitt stated last month: "He has never made an undisclosed visit to Walter Reed."
Chronic Venous Insufficiency Disclosure
The White House revealed in July that Trump suffered from chronic venous insufficiency, an age-related ailment that causes veins to struggle returning blood to the heart, resulting in pooling at the base of the legs and a puffy appearance. Trump's April 2025 medical report made no reference to the condition. Reiner suggested that if the condition developed after the April report, it could indicate acute edema, which "usually warrants an in-depth evaluation to make sure that you don't have conditions like congestive heart failure." There was also no mention of the condition during his medical report from October, according to the Daily Beast.
Diskusi Perdarahan Memar di Tangan
Perbincangan yang lebih luas mengenai kesehatan Trump berpusat pada memar berulang di bagian belakang kedua tangannya, yang oleh Gedung Putih dikaitkan dengan berjabat tangan secara ekstensif. Reiner berkomentar: "Kami pernah melihat memar serupa dari waktu ke waktu pada tangan kirinya, dan saya meragukan ia berjabat tangan dengan tangan kirinya."