Menurut Korean Economic, pada 23 Juli, Kim Sung-joo, kepala National Pension Service (NPS) Korea Selatan, menyatakan bahwa investasi dana tersebut tidak ditujukan untuk mendorong pasar saham atau membela harga saham. Dalam unggahan media sosial, Kim menekankan bahwa NPS beroperasi berdasarkan enam prinsip, termasuk profitabilitas, stabilitas, dan kepentingan publik, dengan misi utamanya adalah berinvestasi jangka panjang yang terdiversifikasi pada aset domestik dan global guna menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan bagi dana pensiun para pensiunan.
Kim menegaskan bahwa NPS tidak akan terpengaruh oleh volatilitas pasar jangka pendek, mempertahankan filosofi investasinya untuk jangka panjang, alih-alih merespons pergerakan pasar harian. Pernyataan tersebut muncul ketika volatilitas KOSPI mencapai 61% year-to-date, melampaui volatilitas Bitcoin sebesar 50%. Lonjakan tersebut sebagian didorong oleh paparan yang terkonsentrasi pada Samsung dan SK Hynix, yang menyumbang lebih dari 50% kapitalisasi pasar indeks tersebut.