Menurut Yonhap News Agency, pada 28 Juli, Ketua Komisi Perdagangan Adil (FTC) Korea Selatan Chu Byung-ki mengumumkan lima prioritas kebijakan inti untuk tahun 2026 yang bertujuan mendorong persaingan pasar yang adil. Prioritas tersebut meliputi penanganan ketidakseimbangan kekuatan antara perusahaan besar dan kecil, penindakan tegas persaingan tidak sehat di sektor-sektor yang berdampak pada konsumen, membangun ekosistem inovasi yang sehat di pasar digital, penguatan penegakan terhadap pelanggaran yang dilakukan konglomerat, serta peningkatan jumlah tenaga kerja FTC sekitar 400 personel.
Chu menekankan perlunya meningkatkan penyelidikan terhadap kartel di sektor barang-barang kebutuhan pokok serta melakukan reformasi regulasi guna melindungi usaha kecil dalam sektor alih daya (subkontrak), waralaba, dan distribusi. FTC juga akan memperketat pengawasan terhadap praktik monopoli oleh platform online besar serta memperkuat sanksi ekonomi terhadap pelanggar yang berulang.