Menurut Edaily, Lembaga Keamanan Keuangan Korea Selatan (FSI) mengumumkan hari ini pengembangan alat verifikasi keamanan smart contract khusus dan menjalankan tiga inisiatif besar termasuk pembangunan sistem verifikasi smart contract serta pembinaan talenta aset digital. Alat verifikasi tersebut akan secara otomatis mendeteksi kerentanan utama pada smart contract yang digunakan untuk sekuritas token, stablecoin, dan layanan aset digital lainnya, dengan fokus pada jenis kerentanan berisiko tinggi seperti serangan reentrancy, kesalahan kontrol akses, dan validasi jaminan yang tidak memadai. Alat ini akan terus memperbarui standar pemeriksaan yang disesuaikan dengan lingkungan regulasi keuangan Korea Selatan. FSI juga akan menetapkan prosedur dan standar verifikasi yang mencakup seluruh siklus hidup smart contract mulai dari pengembangan hingga penerapan dan operasi, serta merilis Panduan Keamanan Smart Contract untuk perusahaan anggota.