Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan memilih proyek pembangunan pembangkit listrik combined-cycle bertenaga gas sebagai inisiatif investasi AS pertama negara itu, menurut sumber pemerintah dan industri pada 28 Mei. Kementerian tersebut sedang melakukan koordinasi final dengan Departemen Perdagangan AS. Proyek ini menanggapi lonjakan permintaan listrik AS yang dipicu oleh ekspansi pusat data yang digerakkan oleh artificial intelligence. Korea dan AS menyepakati dalam pertemuan puncak tahun lalu lembar fakta bersama yang berkomitmen agar Korea Selatan berinvestasi total 200 miliar dolar AS di Amerika Serikat, dengan batas maksimal 20 miliar dolar AS per tahun. Pengamat industri memperkirakan proyek ini menjadi implementasi konkret pertama dari janji investasi tersebut.
Kementerian Mengoordinasikan Proses Persetujuan dengan Departemen Perdagangan AS
Jika perundingan berjalan tanpa hambatan, proposal proyek akan diajukan ke Komite Pengarah Investasi Strategis Korea-AS untuk ditinjau paling cepat bulan depan. Setelah persetujuan komite, rencana bisnis akan diteruskan ke komite investasi AS. Presiden Donald Trump akan memberikan otorisasi akhir, setelah itu proyek akan menjadi investasi resmi AS pertama berdasarkan perjanjian bilateral.
Ministry of Trade, Industry and Energy [Source: Ministry of Trade, Industry and Energy]
Teknologi Gas Combined-Cycle Menjawab Kebutuhan Listrik Pusat Data AI
Pemilihan pembangkit listrik tenaga gas combined-cycle berangkat dari dua faktor: lonjakan permintaan listrik AS dan kelayakan komersial. Ekspansi terbaru pembangunan pusat data artificial intelligence di Amerika Serikat telah mendorong pertumbuhan cepat kebutuhan infrastruktur listrik. Pembangkit gas combined-cycle memiliki tenggat waktu konstruksi yang relatif singkat, sehingga memungkinkan respons yang tepat waktu terhadap kebutuhan listrik. Teknologi ini membakar gas alam cair untuk menjalankan turbin gas pada tahap pertama, lalu menggunakan gas buang untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin uap pada tahap kedua. Proses dua turbin ini memberikan efisiensi lebih tinggi dibanding pembangkit termal konvensional dan menghasilkan emisi partikulat yang lebih rendah.
Pejabat Kementerian Mengonfirmasi Rincian saat Tahap Finalisasi
Seorang pejabat Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi menyatakan bahwa pemerintah sedang berkonsultasi erat dengan pihak AS terkait proyek investasi tersebut. Pejabat itu menjelaskan bahwa rincian spesifik proyek pertama dan waktu pengumumannya belum diselesaikan.
FAQ
Proyek investasi apa yang dipilih Korea Selatan untuk AS pada 28 Mei?
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan memilih proyek pembangunan pembangkit listrik combined-cycle bertenaga gas sebagai inisiatif investasi AS pertama negara itu. Kementerian tersebut sedang melakukan koordinasi final dengan Departemen Perdagangan AS.
Mengapa Korea Selatan memilih pembangkit listrik gas combined-cycle untuk investasi AS?
Pemilihan itu menanggapi lonjakan permintaan listrik AS yang dipicu oleh ekspansi pusat data artificial intelligence. Pembangkit gas combined-cycle memiliki tenggat waktu konstruksi yang lebih singkat dibanding jenis pembangkit listrik lainnya, sehingga memungkinkan respons tepat waktu terhadap kebutuhan infrastruktur listrik. Teknologi ini juga memberikan efisiensi lebih tinggi dan emisi partikulat lebih rendah dibanding pembangkit termal konvensional.
Bagaimana proses persetujuan untuk proyek investasi AS pertama Korea Selatan?
Jika perundingan berjalan tanpa hambatan, proyek akan diajukan ke Komite Pengarah Investasi Strategis Korea-AS untuk ditinjau paling cepat bulan depan. Setelah persetujuan komite, rencana bisnis akan diteruskan ke komite investasi AS. Presiden Donald Trump akan memberikan otorisasi final.