Komite Anggaran dan Akun Khusus Majelis Nasional ke-22 Korea Selatan mengadakan rapat pleno pertamanya pada tanggal 16 dan menunjuk anggota Partai Demokrat Jeong Tae-ho sebagai sekretaris. Partai People Power memboikot rapat tersebut sebagai protes atas apa yang disebutnya sebagai pembentukan komite sepihak oleh Partai Demokrat. Ketua Komite Lee Gwang-jae, yang juga berasal dari Partai Demokrat, menyatakan komite akan fokus pada empat bidang utama: anggaran, dana pensiun, aset negara, dan aset keuangan. Penunjukan tetap berlanjut meski pihak oposisi tidak hadir, menyoroti ketegangan politik yang berlanjut terkait tata cara parlemen pada sesi legislatif saat ini.
Komite Menunjuk Jeong Tae-ho sebagai Sekretaris
Komite Anggaran dan Akun Khusus memproses usulan untuk menunjuk Jeong Tae-ho sebagai sekretaris pihak berkuasa pada sesi pagi tanggal 16. Ketua Lee Gwang-jae menyatakan, "Saya berharap baik politik maupun tujuan Komite Anggaran menetapkan dengan jelas satu sasaran utama kehidupan rakyat." Ia menekankan bahwa pengkajian anggaran, dana pensiun, aset negara, dan aset keuangan secara bersamaan akan membuat komite itu "komite khusus."
Lee secara spesifik menyebutkan dana pensiun senilai 1.700 triliun won, mempertanyakan apakah dana tersebut harus diinvestasikan di luar negeri atau di dalam negeri, serta berapa persentase yang harus dialokasikan untuk investasi strategis dibandingkan investasi keuangan. Ia mengatakan, "Saya berharap kita bisa melihat semuanya bersama-sama."
Lee Gwang-jae Menguraikan Strategi Komite Empat Pilar
Ketua komite mengusulkan agar pekerjaan dimulai segera, dengan mengatakan, "Mari mulai mempelajari diri kita sendiri sebelum oposisi bergabung dalam peninjauan." Ia menyerukan pembahasan arah kebijakan anggaran dan konsultasi dengan pemerintah. Pendekatan empat pilar Lee mencakup perencanaan anggaran, pengelolaan dana pensiun, pengawasan aset negara, serta alokasi aset keuangan.
Lee mengungkapkan bahwa ia bertemu dengan pimpinan fraksi Partai People Power Jeong Jeom-sik pada hari Senin, serta anggota parlemen Han Dong-hoon dan Lee Jun-seok. Ia menekankan upaya untuk memastikan "Komite Anggaran terisi dengan cepat agar kita bisa membicarakan masa depan."
Jeong Tae-ho Mengumumkan Enam Tema Diskusi
Sekretaris baru Jeong Tae-ho menyatakan, "Saya akan berupaya semaksimal mungkin sebagai sekretaris Partai Demokrat untuk menormalkan Komite Anggaran secepat mungkin." Ia mengumumkan rencana pertemuan antarpartai dan diskusi internal mengenai sekitar enam tema, termasuk pemanfaatan surplus pendapatan pajak dan hal-hal terkait anggaran pendidikan.
Jeong menambahkan, "Kami berencana membuka kuliah publik mengenai topik yang dapat menjadi wacana atau agenda terkait anggaran." Komite bermaksud melanjutkan sesi edukasi ini sambil berupaya menghadirkan anggota oposisi ke dalam proses.
Partai Demokrat Mencari Keterlibatan Oposisi
Anggota parlemen yang hadir menyatakan penyesalan atas ketidakhadiran Partai People Power dan menyatakan komitmen untuk memastikan partisipasi oposisi. Anggota Partai Demokrat Kim Hyun mengatakan, "Saya akan berupaya semaksimal mungkin agar kursi yang kosong dapat segera diisi sehingga anggota parlemen dari kedua pihak dapat menyatukan pikiran untuk menyusun anggaran 2027 tepat waktu secara benar."
Ketua Lee Gwang-jae kembali menegaskan pertemuannya dengan pimpinan oposisi dan berjanji untuk bekerja demi partisipasi penuh komite dalam waktu dekat.
FAQ
Apa yang dilakukan Komite Anggaran Korea Selatan pada tanggal 16?
Komite Anggaran dan Akun Khusus Majelis Nasional ke-22 mengadakan rapat pleno pertamanya pada tanggal 16 dan menunjuk anggota Partai Demokrat Jeong Tae-ho sebagai sekretaris. Rapat berlangsung hanya dengan anggota Partai Demokrat yang hadir, karena Partai People Power memboikot sebagai protes atas apa yang disebutnya sebagai pembentukan komite sepihak.
Apa strategi Ketua Lee Gwang-jae untuk Komite Anggaran?
Ketua Lee Gwang-jae menguraikan pendekatan empat pilar yang berfokus pada anggaran, dana pensiun, aset negara, dan aset keuangan. Ia secara spesifik menyebutkan pengkajian strategi investasi dana pensiun senilai 1.700 triliun won, termasuk keputusan tentang investasi di dalam versus luar negeri serta keseimbangan antara investasi keuangan dan investasi strategis. Lee menyatakan komite akan mulai mempelajari bidang-bidang tersebut dan mendiskusikan arah kebijakan anggaran dengan pemerintah.