Prakiraan Penerbitan Obligasi Korea Selatan Sebesar 170 Triliun Won untuk Tahun 2027

Analis KB Securities Lim Jae-gyun memperkirakan penerbitan obligasi pemerintah Korea Selatan dapat turun ke kisaran 170 triliun won pada 2027, meski ekspansi fiskal melampaui 800 triliun won. Proyeksi tersebut menyusul Rapat Strategi Fiskal Nasional yang dipimpin Presiden Lee Jae-myung, di mana pemerintah memperkirakan belanja sebesar 800+ triliun won dan pendapatan 500+ triliun won. Kenaikan pendapatan yang didorong oleh lonjakan sektor semikonduktor dan kenaikan pajak perusahaan diperkirakan melampaui ekspansi belanja, sehingga kebutuhan utang turun dibanding penerbitan obligasi tahun ini sebesar 225,7 triliun won.

Proyek Pemerintah Belanja 800 Triliun Won dengan Lonjakan Pendapatan

Pemerintah sebelumnya memperkirakan belanja sebesar 764,4 triliun won dan pendapatan 412,1 triliun won untuk tahun depan. Perkiraan yang direvisi itu mencerminkan kenaikan masing-masing 35,6 triliun won untuk belanja dan 87,9 triliun won untuk pendapatan. Lim menyatakan dalam sebuah laporan bahwa peningkatan pendapatan melebihi pertumbuhan belanja meski terjadi ekspansi fiskal yang signifikan.

Analis tersebut mencatat utang pemerintah untuk 2027 semula diperkirakan meningkat sebesar 117,3 triliun won dalam usulan anggaran 2026. Dengan pendapatan bertumbuh 52,3 triliun won lebih tinggi daripada belanja, kenaikan utang pemerintah diproyeksikan total 65 triliun won. Dengan asumsi seluruh utang pemerintah dibiayai melalui obligasi, kenaikan bersih penerbitan obligasi akan menjadi 65 triliun won.

South Korean fiscal projections chart

KB Securities Memperkirakan Penurunan Penerbitan Obligasi ke Kisaran 170 Triliun Won

Dengan 110,7 triliun won obligasi surat utang pemerintah yang jatuh tempo tahun depan dan dengan asumsi penerbitan obligasi untuk market-making sebesar 25,7 triliun won (menyamai level tahun ini), total penerbitan obligasi diproyeksikan mencapai 201,4 triliun won. Ini berarti penurunan lebih dari 20 triliun won dibanding penerbitan obligasi tahun ini sebesar 225,7 triliun won.

Lim memperkirakan beban penerbitan obligasi dapat turun lebih jauh karena dana mengalir ke Future Response Fund. Analis memperkirakan penerbitan aktual dapat mencapai kisaran 170 triliun won, sekitar 30 triliun won di bawah proyeksi dasar 201,4 triliun won.

Future Response Fund Menerima 30 Triliun Won Pendapatan Pajak Tambahan

Saat penyelesaian tahun fiskal 2026 terjadi pada bulan April tahun depan, sebagian besar pendapatan pajak tambahan (sekitar 30 triliun won) akan mengalir ke Future Response Fund. Lim memperkirakan ada jeda waktu antara identifikasi tujuan investasi dan eksekusi aktual dana tersebut.

Analis memproyeksikan sebagian besar sumber daya Future Response Fund, di luar alokasi penting, akan disetorkan ke Public Fund Management Fund. Dana ini diharapkan memiliki likuiditas jangka pendek yang melimpah, yang akan menjadi faktor yang menekan skala penerbitan obligasi.

Government bond issuance projections chart

FAQ

Berapa proyeksi penerbitan obligasi pemerintah Korea Selatan untuk 2027?

Analis KB Securities Lim Jae-gyun memperkirakan penerbitan obligasi dapat turun ke kisaran 170 triliun won pada 2027, dari 225,7 triliun won tahun ini. Proyeksi tersebut memperhitungkan 110,7 triliun won obligasi yang jatuh tempo, 65 triliun won kenaikan utang bersih, dan 25,7 triliun won penerbitan untuk market-making, dengan penurunan tambahan dari setoran Future Response Fund.

Mengapa penerbitan obligasi Korea Selatan diperkirakan menurun meski belanja lebih tinggi?

Pendapatan diproyeksikan naik 87,9 triliun won hingga melampaui 500 triliun won, melebihi kenaikan belanja sebesar 35,6 triliun won menjadi lebih dari 800 triliun won. Lonjakan sektor semikonduktor mendorong pertumbuhan pendapatan pajak perusahaan, sehingga menurunkan kebutuhan pinjaman pemerintah meski ekspansi fiskal terjadi.

Bagaimana Future Response Fund memengaruhi penerbitan obligasi?

Sekitar 30 triliun won pendapatan pajak tambahan akan mengalir ke Future Response Fund setelah penyelesaian tahun fiskal 2026 pada bulan April tahun depan. Sebagian besar dari sumber daya tersebut diperkirakan disetorkan ke Public Fund Management Fund, menciptakan likuiditas jangka pendek yang mengurangi kebutuhan penerbitan obligasi sekitar 30 triliun won.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar