Sejarawan Senat AS dari Partai Republik Lindsey Graham meninggal pada tanggal 11 akibat diseksi aorta pada usia 71 tahun, sehingga kursi Senatnya kosong. Graham mewakili Carolina Selatan sejak 2003 dan merupakan sekutu kunci Trump. Kematian ini menggeser komposisi Senat menjadi 51 Republik, 47 Demokrat (termasuk independen), dan 1 kursi kosong. Perubahan ini memengaruhi perhitungan suara untuk RUU Clarity Act, yang merupakan regulasi aset digital dan membutuhkan 60 suara untuk mengakhiri filibuster.
Lindsey Graham Meninggal akibat Diseksi Aorta pada Usia 71
Menurut laporan Reuters dan media luar negeri lainnya pada 12 (waktu setempat), Senator Graham meninggal pada tanggal 11 akibat diseksi aorta yang disebabkan penyakit kardiovaskular. Ia menjabat sebagai Senator Republik yang mewakili Carolina Selatan sejak 2003 dan dianggap sebagai sekutu politik inti Presiden AS Donald Trump.
Pasca kematian Graham, kursi Senat saat ini kosong. Berdasarkan hukum negara bagian Carolina Selatan, Gubernur Henry McMaster dapat menunjuk pengganti. Kursi tersebut akan tetap kosong sampai pengganti ditunjuk.
Komposisi Senat Berubah Menjadi 51-47-1 Usai Kematian Graham
Komposisi Senat saat ini adalah 51 Republik, 47 Demokrat (termasuk independen), dan 1 kursi kosong.
Clarity Act saat ini sedang dibahas di Senat. Tantangan utama agar RUU tersebut lolos adalah mendapatkan 60 suara untuk mengakhiri filibuster.
Perhitungan Suara Clarity Act Berubah karena Jumlah Kursi Republik Berkurang
Sebelumnya, dengan asumsi Senator Josh Hawley dan Rand Paul akan menolak RUU tersebut dari 53 kursi Republik, jumlah suara Republik yang mendukung adalah 51, sehingga membutuhkan minimal 9 suara dari Demokrat.
Dengan kematian Graham mengurangi kursi Republik sebanyak satu, menerapkan asumsi yang sama menurunkan jumlah suara dukungan Republik menjadi 50. Untuk mencapai ambang 60 suara guna mengakhiri filibuster, kini diperlukan minimal 10 suara dukungan dari Demokrat.
Perubahan komposisi kursi ini merupakan variabel sementara sampai pengganti ditunjuk, namun diperkirakan akan membuat perhitungan suara untuk Clarity Act dan RUU besar terkait aset digital lainnya menjadi lebih sulit.
FAQ
Apa yang terjadi pada Senator Lindsey Graham?
Senator Lindsey Graham meninggal pada tanggal 11 akibat diseksi aorta yang disebabkan penyakit kardiovaskular pada usia 71 tahun. Ia telah menjabat sebagai Senator Republik yang mewakili Carolina Selatan sejak 2003.
Bagaimana kematian Graham memengaruhi jumlah suara Clarity Act?
Kematian Graham menurunkan jumlah kursi Republik dari 53 menjadi 51 (dengan 1 kursi kosong). Dengan asumsi Senator Josh Hawley dan Rand Paul menolak RUU tersebut, suara dukungan Republik turun dari 51 menjadi 50, sehingga membutuhkan 10 suara Demokrat alih-alih 9 untuk mencapai ambang filibuster 60 suara.