SEBI Menyetujui Pilot Blockchain untuk Tokenisasi Obligasi Korporasi

CryptoFrontier

Dewan Sekuritas dan Pertukaran Efek India (SEBI) secara resmi menyetujui proyek percontohan yang berfokus pada tokenisasi obligasi korporasi menggunakan teknologi buku besar terdistribusi. Ketua SEBI Tuhin Kanta Pandey mengonfirmasi perkembangan tersebut selama CareEdge Debt Market Summit 2026 di Mumbai. Inisiatif ini menandai langkah regulatori yang signifikan untuk mengintegrasikan infrastruktur berbasis blockchain ke dalam pasar keuangan arus utama, dengan rencana regulator untuk memulai peluncuran proyek dalam skala terbatas sebelum mempertimbangkan penerapan yang lebih luas di seluruh pasar utang korporasi.

Tokenisasi melibatkan pengubahan aset keuangan tradisional menjadi token digital yang dicatat pada sistem buku besar terdistribusi seperti jaringan blockchain. Sistem-sistem ini memungkinkan banyak pihak mengakses catatan transaksi yang tersinkronisasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perantara terpusat. Menurut Pandey, pilot ini secara khusus akan menguji apakah teknologi buku besar terdistribusi dapat meningkatkan proses perdagangan dan penyelesaian dibanding infrastruktur pasar yang ada, dengan tujuan memungkinkan penyelesaian yang lebih cepat, transparansi yang lebih besar, dan likuiditas yang lebih baik.

Focus on Efficiency and Transparency

SEBI intends to examine whether tokenized bond infrastructure can deliver four key benefits: shorter settlement cycles, better traceability of transactions, automated servicing of debt instruments, and enhanced transparency for all participants in the market ecosystem.

Pandey clarified that the initiative was not designed to replace the current corporate bond framework but rather to determine whether blockchain technology could add an additional layer of efficiency to the existing system. He stated that SEBI plans to collaborate with multiple stakeholders while developing the operational and technological structure for the pilot.

The SEBI chairman indicated that the implementation process would take time and estimated that different phases of the project could unfold over the next six to nine months. He emphasized that regulators would proceed cautiously because of risks linked to emerging technologies, particularly concerns associated with quantum computing and future cybersecurity challenges.

Existing Blockchain Use Expands Further

India's capital markets have already seen limited adoption of blockchain-based monitoring systems. Depositories such as National Securities Depository Limited and Central Depository Services Limited currently use distributed ledger technology to monitor security creation and covenant compliance for non-convertible securities.

SEBI's 2021 framework regarding security and covenant monitoring laid the foundation for blockchain adoption in debt markets. The new pilot extends blockchain use beyond compliance tracking and into the actual tokenization and settlement of bond instruments rather than simply monitoring compliance activity.

Pandey also confirmed that the Reserve Bank of India was close to finalizing guidelines related to the corporate bond repo platform. He noted that stock exchanges and SEBI were operationally prepared to launch the platform once RBI approvals are completed.

Pasar Obligasi Korporasi Menghadapi Tantangan Partisipasi

Dalam acara puncak tersebut, Pandey menyoroti ekspansi cepat pasar obligasi korporasi India selama satu dekade terakhir. Obligasi korporasi yang beredar meningkat dari sekitar Rs 17,5 lakh crore pada FY15 menjadi lebih dari Rs 59 lakh crore saat ini, mencerminkan pertumbuhan tahunan sekitar 12%. Hanya pada FY26, penerbitan utang mengumpulkan sekitar Rs 9,1 lakh crore, hampir dua kali lipat dari jumlah yang dihimpun melalui pasar ekuitas pada periode yang sama.

Meski mengalami pertumbuhan, SEBI tetap prihatin tentang partisipasi ritel yang masih lemah di pasar obligasi. Survei investor regulator menunjukkan bahwa pemahaman tentang obligasi korporasi hanya mencapai 10%, sementara penetrasi rumah tangga tetap di bawah 1%.

Regulator juga sedang meninjau persyaratan pengungkapan untuk entitas tercatat yang hanya berbasis utang dan mengeksplorasi klasifikasi terpisah untuk pialang utang guna mengurangi hambatan masuk serta mendorong perantara khusus. Selain itu, SEBI sedang mengkaji reformasi untuk sekuritas utang munisipal yang ditujukan untuk memperkuat opsi pembiayaan bagi infrastruktur perkotaan dan meningkatkan partisipasi investor ritel.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar