Menurut CEO perusahaan nuklir milik negara Rusia Likhachev, pasukan bersenjata Ukraina menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan kota Energodar puluhan kali dalam waktu 24 jam pada 18 Mei. Fasilitas tersebut, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, masih berada di bawah kendali Rusia. Ukraina belum menanggapi klaim tersebut. Pembangkit itu telah menghadapi penembakan berulang serta serangan drone selama konflik yang masih berlangsung, sehingga memunculkan kekhawatiran keselamatan internasional.
Berita Terkait
Putusan Pengadilan soal mogok pekerja Samsung keluar! Melarang serikat pekerja mengganggu kapasitas produksi, pelanggar dikenai denda 100 juta won Korea setiap hari
Jembatan lintas rantai Ethereum Verus diserang, kerugian DeFi pada bulan Mei tembus 20 juta dolar AS
Trump memperingatkan Iran bahwa waktu perundingan telah habis, Bitcoin turun kembali ke 77 ribu dolar AS