Pada 20 Juli, ketua dewan OpenAI Bret Taylor berkomentar tentang efisiensi biaya model AI dalam sebuah wawancara dengan CNBC, menanggapi pertanyaan mengenai model open-source terbaru yang dirilis Tiongkok, Kimi K3. Taylor menyatakan bahwa perusahaan tidak terlalu peduli apakah sebuah model bersifat open-source atau closed-source, melainkan lebih peduli apakah biaya token yang diinvestasikan menghasilkan nilai nyata yang memadai.
Menurut Taylor, model open-source tidak selalu lebih murah, karena untuk menyelesaikan tugas yang sama bisa jadi dibutuhkan konsumsi token yang lebih besar. Sebaliknya, model frontier dari OpenAI dan Anthropic, meskipun memiliki harga per token yang lebih tinggi, menawarkan efisiensi serta kapabilitas yang lebih unggul. Karena itu, menilai efektivitas biaya sebuah model perlu melihat total biaya penyelesaian dan hasil akhirnya, bukan hanya harga per token.