Netanyahu: Konflik Israel-Iran Akan Berakhir Hanya Jika Program Nuklir Iran Ditinggalkan atau Rezim Tumbang

Pada 26 Juli, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa konflik antara Israel dan Iran hanya akan berakhir ketika rezim saat ini di Iran jatuh atau melemah cukup untuk meninggalkan program nuklirnya. Ia menekankan bahwa upaya nuklir Iran harus dihentikan, terlepas dari adanya perjanjian apa pun. Terkait rencananya bertemu dengan Presiden AS Trump, Netanyahu menyatakan bahwa fokus pertemuan tersebut bukan untuk menyampaikan intelijen baru, karena lembaga militer dan intelijen Israel serta AS sudah bekerja sama secara erat. Netanyahu mengatakan tujuan kunjungannya adalah membahas dan memahami posisi Trump terkait isu Iran, sambil mencatat bahwa perkembangan sebagian besar bergantung pada keputusan akhir Trump.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar