Menurut Morgan Stanley Investment Management, perusahaan tersebut merilis laporan Q2 2026 berjudul "Artificial Intelligence: Ten Investment Truths," yang menyatakan bahwa AI telah berevolusi dari sekadar perlombaan teknologi menjadi transformasi menyeluruh yang mencakup infrastruktur, perangkat lunak, modal, energi, robotika, geopolitik, dan tata kelola perusahaan.
Laporan tersebut menyoroti bahwa sejak 2017, komitmen belanja modal terkait AI telah mencapai sekitar 2,3 triliun dolar AS, sementara konsumsi token melonjak lebih dari 10 kali lipat pada tahun 2025. Morgan Stanley menekankan bahwa AI bukan lagi inovasi titik tunggal, melainkan siklus pertumbuhan yang saling memperkuat. Bank tersebut juga mencatat bahwa hambatan infrastruktur telah bergeser dari chip ke pasokan listrik, memori, dan pusat data, dengan permintaan AI dan pusat data diperkirakan akan menciptakan kebutuhan memori baru sebesar 75 hingga 100 exabytes pada tahun 2027.