Indikator Short-Selling Saham Korea Menurun Saat Debat Pasar Terendah Menguat

Key Takeaways
  • Posisi net short-selling KOSPI turun menjadi 18,08 triliun won pada 23 Mei dari 20,56 triliun won pada 1 Mei.
  • Saldo pinjaman sekuritas turun dari 180,29 triliun won pada 1 Mei menjadi 151,97 triliun won pada 27 Mei, atau turun 15,71%.
  • Analis Yang Hyeong-mo mengidentifikasi 83% saham besar Korea dalam fase akhir siklus sebagai sinyal rebound yang menunjukkan potensi pasar berada di titik terendah.

Indikator short-selling pasar saham Korea menunjukkan tren yang mendingin karena saldo net short position dan volume securities lending menurun dari puncak-puncak terbaru hingga akhir Mei. Net short positions di pasar KOSPI turun menjadi 18,08 triliun won pada 23 Mei, turun 2,47 triliun won (12,04%) dari 20,56 triliun won pada 1 Mei, menurut data Korea Exchange. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya posisi bearish di tengah volatilitas yang meningkat akibat kekhawatiran atas investasi sektor AI dan persaingan teknologi semikonduktor. Analis pasar masih terbelah soal apakah metrik short-selling yang terus menurun ini menandakan dasar pasar, dengan sebagian menunjuk kondisi teknis yang oversold sementara yang lain menyebut lemahnya momentum pembelian dan tidak adanya dukungan institusional.

Posisi Short-Selling dan Saldo Securities Lending Turun dari Puncak Terbaru

Data Korea Exchange menunjukkan saldo net position short-selling di pasar KOSPI sebesar 18,08 triliun won pada 23 Mei, yang berarti penurunan 4,73 triliun won (20,73%) dari puncak tahun ini sebesar 22,82 triliun won yang tercatat pada 1 April. Pasar KOSDAQ mengalami penurunan net positions short-selling menjadi 6,24 triliun won pada 23 Mei, turun 1,98 triliun won (24,07%) dari rekor tertinggi 2025 sebesar 8,21 triliun won pada 28 April.

Saldo securities lending, yang dianggap sebagai indikator terdepan aktivitas short-selling, turun menjadi 151,97 triliun won pada 27 Mei dari 180,29 triliun won pada 1 Mei, menurut data Korea Financial Investment Association. Angka 27 Mei itu mewakili penurunan 43,33 triliun won (22,19%) dari puncak 195,30 triliun won yang dicapai pada 15 April.

Penurunan baik posisi short-selling maupun volume securities lending mengindikasikan pelepasan sebagian posisi bearish. Volatilitas pasar terbaru dipicu oleh kekhawatiran adanya kemandirian teknologi semikonduktor Tiongkok yang memengaruhi saham chip global, meningkatnya premi credit default swap untuk perusahaan-perusahaan AI utama yang menyoroti kekhawatiran arus kas dari investasi AI skala besar, serta kehati-hatian menjelang pertemuan Federal Open Market Committee dan pengumuman pendapatan korporasi besar.

Analis Terpecah Soal Sinyal Dasar Pasar

Yang Hyeong-mo, peneliti di DS Investment & Securities, menganalisis bahwa 236 dari 282 saham Korea utama (83%) telah memasuki fase “death phase” dari siklus harga mereka. Dengan memasukkan saham dalam “decline phase,” proporsinya melebihi 90%. Ia menyatakan tingginya persentase saham yang berada di fase akhir siklus berfungsi sebagai sinyal rebound pada titik terendah, seraya mencatat bahwa bahkan dalam skenario terburuk penurunan 30% laba per saham, KOSPI tetap undervalued. Ia menggambarkan penyesuaian saat ini sebagai pergeseran kriteria penilaian pasar menuju efisiensi modal dan profitabilitas ketimbang akhir siklus investasi AI.

Jo A-in, peneliti di Samsung Securities, menilai bahwa meski KOSPI telah masuk zona teknis oversold dengan valuasi di wilayah historis yang undervalued, tidak adanya entitas pembelian yang jelas membatasi momentum rebound. Jo mencatat setoran investor turun dari sekitar 140 triliun won pada awal Juni menjadi 106 triliun won pada 24 Mei, dengan kapasitas pembelian tambahan investor individu yang terbatas setelah menyerap penjualan asing selama fase penurunan awal. Jo menyarankan untuk menghindari perubahan posisi yang sering dan merespons secara bertahap sambil memantau peristiwa-peristiwa besar, dengan mengaitkan penyesuaian itu pada kontraksi sentimen investor dari beberapa ketidakpastian di lingkungan yang dibatasi likuiditas, bukan pada memburuknya fundamental.

FAQ

Apa yang terjadi pada posisi short-selling pasar saham Korea pada Mei?

Saldo net position short-selling di pasar KOSPI menurun dari 20,56 triliun won pada 1 Mei menjadi 18,08 triliun won pada 23 Mei, turun 2,47 triliun won (12,04%). Saldo securities lending turun dari 180,29 triliun won pada 1 Mei menjadi 151,97 triliun won pada 27 Mei, turun 28,32 triliun won (15,71%).

Mengapa analis berbeda pendapat apakah saham Korea sudah mencapai dasar pasar?

Yang Hyeong-mo dari DS Investment & Securities menunjuk 83% saham utama yang memasuki fase siklus harga akhir sebagai sinyal rebound, sementara Jo A-in dari Samsung Securities menyoroti tidak adanya entitas pembelian yang jelas serta turunnya setoran investor dari 140 triliun won pada awal Juni menjadi 106 triliun won pada 24 Mei sebagai faktor yang membatasi pemulihan momentum.

Apa yang menyebabkan penurunan aktivitas short-selling di pasar saham Korea?

Penurunan posisi short-selling dan saldo securities lending mencerminkan pelepasan sebagian taruhan bearish di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh kekhawatiran persaingan teknologi semikonduktor Tiongkok, meningkatnya premi credit default swap untuk perusahaan-perusahaan AI, serta kehati-hatian menjelang pertemuan Federal Open Market Committee dan pengumuman pendapatan korporasi.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar