Pasar KOSPI mengalami penurunan 18,4% dari puncaknya 9.372,61 pada 19 지난달 menjadi 7.647,63 pada 11 Juli, memutus pola berbulan-bulan ketika investor ritel menyerap penjualan pihak asing. Pada periode 1~2월, KOSPI melonjak dari 4.000 menjadi lebih dari 6.000, dan pada 4~6월 tembus 9.000, didukung pembelian ritel saat pihak asing menjual. Penurunan terjadi saat penjualan asing meningkat menjadi 6,2 triliun won pada 1~11 Juli dibanding 1,89 triliun won pada 6월, sementara pembelian ritel melambat dari 7,2 triliun won pada 6월 menjadi 4,5 triliun won pada 1~11 Juli. Para analis mengaitkan pergeseran ini dengan kekhawatiran penilaian dan melemahnya sentimen investor ritel setelah berbulan-bulan pembelian yang berkelanjutan.
Penjualan Asing Makin Ngebut, Pembelian Ritel Melambat di 7월
Investor asing menjual 6,2 triliun won saham Korea dari 1 Juli hingga 11 Juli, lebih dari tiga kali lipat dari 1,89 triliun won yang dijual pada 6월. Pada periode 7월 yang sama, investor ritel membeli 4,5 triliun won, turun dari 7,2 triliun won pada 6월. Ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan makin memburuk karena pembelian ritel gagal mengimbangi meningkatnya tekanan penjualan asing. Dari 1~2월 hingga 6월, investor ritel secara konsisten menyerap arus keluar pihak asing, memungkinkan KOSPI naik dari 4.000 menjadi lebih dari 9.000. Pola tersebut berbalik setelah 19 지난달, ketika indeks mencapai puncak 9.372,61 sebelum turun 18,4% menjadi 7.647,63 pada 11 Juli.
Analis Menyebut Kekhawatiran Penilaian dan Pergeseran Sentimen
Lee Kyung-min, analis di Daishin Securities, menyatakan bahwa "indeks KOSPI naik terlalu cepat dan penilaian menjadi membebani." Seo Sang-young, analis di Mirae Asset Securities, mencatat bahwa "investor ritel, yang sebelumnya menjadi pembeli utama, menunjukkan tanda-tanda kelelahan, dan sentimen tidak baik." Kedua analis menunjuk apresiasi indeks yang cepat dari 4.000 pada 1~2월 menjadi lebih dari 9.000 pada 4~6월 sebagai faktor yang berkontribusi pada tekanan penilaian. Perubahan perilaku pembelian ritel dari 7,2 triliun won pada 6월 menjadi 4,5 triliun won pada 1~11 Juli mencerminkan perubahan sentimen yang disebut Seo.
FAQ
Apa yang menyebabkan KOSPI turun 18,4% dari puncaknya pada 지난달?
KOSPI turun 18,4% dari 9.372,61 pada 19 지난달 menjadi 7.647,63 pada 11 Juli karena penjualan asing meningkat menjadi 6,2 triliun won pada 1~11 Juli dari 1,89 triliun won pada 6월, sementara pembelian ritel melambat dari 7,2 triliun won pada 6월 menjadi 4,5 triliun won pada 1~11 Juli.
Mengapa investor ritel mengurangi pembelian mereka di 7월?
Analis Lee Kyung-min dari Daishin Securities dan Seo Sang-young dari Mirae Asset Securities mengaitkan perlambatan ini dengan kekhawatiran penilaian setelah KOSPI naik cepat dari 4.000 pada 1~2월 menjadi lebih dari 9.000 pada 4~6월, serta dengan melemahnya sentimen di kalangan investor ritel yang telah mempertahankan pembelian selama berbulan-bulan.