Bae Jae-kyu, CEO Korea Investment Trust Management, mendesak investor untuk berhenti berinvestasi pada single-stock leveraged exchange-traded funds (ETF) melalui sebuah posting Facebook. Peringatan itu muncul saat ETF leveraged berbasis SK Hynix menunjukkan perbedaan besar antara kinerja teoretis dan kinerja aktual selama volatilitas pasar baru-baru ini. Korea Investment Trust Management mengoperasikan ACE Samsung Electronics dan ACE SK Hynix single-stock leveraged ETF, menjadikannya salah satu manajer aset terkemuka di industri.
Rekor ETF Leveraged SK Hynix: Rugi 47,5% saat Saham Turun 17,9%
Bae memublikasikan analisis berjudul 'Performance Analysis of Individual Stock Leverage Inverse 2x Products' di akun Facebook-nya, dengan mengatakan, "Saya mohon maaf karena mengatakan ini sebagai CEO perusahaan manajemen aset yang mengoperasikan ETF leveraged single-stock." Berdasarkan data yang disertakan pada postingannya, saham SK Hynix turun 17,9% dari 2.243.000 won pada 27 Mei menjadi 1.842.000 won pada tanggal saat ini. Pada periode yang sama, ETF leveraged single-stock SK Hynix dengan volume perdagangan dan aset kelolaan (AUM) terbesar mencatat rugi 47,5%. Kerugian teoretis berdasarkan pengganda sederhana 2x dari penurunan saham acuan adalah 35,8%, tetapi kerugian aktual melebihi angka itu sebesar 11,7 poin persentase.
ETF Inverse Membukukan Kerugian 31,1% Meski Arah Tebakan Benar
ETF inverse single-stock SK Hynix secara teoretis seharusnya meraih keuntungan 35,8% dari penurunan saham acuan, namun justru mencatat rugi 31,1%. Selisih antara keuntungan teoretis dan kinerja aktual mencapai 66,9 poin persentase. Meski memprediksi arah penurunan saham dengan benar, imbal hasil tergerus selama fluktuasi harga yang sering.
Bae menyatakan, "Kesimpulannya adalah jangan berinvestasi pada leverage single-stock dan ETF inverse 2x. Bahkan jika harga saham asli kembali ke posisi semula seiring waktu, harga ETF kecil kemungkinannya untuk kembali ke posisi semula." Ia menambahkan, "Terutama saat volatilitas pada saham acuan besar seperti sekarang, kerugian meningkat setiap hari dalam struktur ini. Tidak ada yang memprediksi volatilitas akan menjadi sebesar ini."
Struktur Penyeimbangan Ulang Harian Menyebabkan Efek Erosi Volatilitas
Fenomena ini berasal dari struktur ETF leveraged dan inverse, yang mengatur ulang imbal hasil setiap hari berdasarkan laju imbal hasil harian. Ketika aset acuan mengalami ayunan harga yang besar, efek penggandaan terakumulasi dan imbal hasil jangka panjang secara bertahap menyimpang dari kelipatan sederhana. ETF leveraged dan inverse dapat menghasilkan kerugian bahkan ketika aset acuan kembali ke posisi semula. Saat volatilitas pasar meningkat, efek yang disebut 'volatility erosion' juga melebar, sehingga pertimbangan investasi yang cermat menjadi diperlukan.
FAQ
Apa yang diperingatkan CEO Korea Investment Trust Management terkait ETF leveraged single-stock?
Bae Jae-kyu memublikasikan di Facebook agar investor berhenti berinvestasi pada ETF leveraged single-stock, dengan menyatakan bahwa meski harga saham asli kembali ke posisi semula, harga ETF kecil kemungkinannya untuk kembali ke posisi semula karena efek erosi volatilitas.
Bagaimana kinerja ETF leveraged dan inverse SK Hynix saat saham turun 17,9%?
ETF leveraged SK Hynix merugi 47,5% (dibandingkan kerugian teoretis 35,8%), sementara ETF inverse merugi 31,1% (dibandingkan keuntungan teoretis 35,8%) pada periode dari 27 Mei hingga saat ini, saat saham SK Hynix turun 17,9%.
Mengapa ETF leveraged menunjukkan celah antara imbal hasil teoretis dan aktual?
ETF leveraged dan inverse mengatur ulang imbal hasil setiap hari berdasarkan laju imbal hasil harian, sehingga efek penggandaan terakumulasi saat aset acuan mengalami ayunan harga yang besar, sementara efek erosi volatilitas melebar seiring meningkatnya volatilitas pasar.