Presiden Lee Jae-myung mengadakan pertemuan makan malam dengan para pemimpin industri AI global dan para eksekutif bisnis besar Korea di San Francisco pada 24 Mei (waktu setempat) untuk membahas kerja sama industri AI Korea-AS. Pertemuan tersebut mempertemukan CEO NVIDIA Jensen Huang, Presiden sekaligus CEO Broadcom Hock Tan, Presiden Microsoft Azure Hardware Rani Borkar, Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, Ketua Grup SK Chey Tae-won, Ketua Grup Hyundai Motor Chung Eui-sun, dan Ketua Dewan Naver Lee Hae-jin di sebuah restoran dekat San Francisco Bay.
Para Pemimpin AI Global dan Eksekutif Korea Berkumpul di San Francisco
Makan malam berlangsung di sebuah restoran dekat dermaga San Francisco Bay, dengan pejabat pemerintah yang turut hadir, termasuk Wakil Perdana Menteri dan Menteri Sains serta ICT Bae Kyung-hoon serta Kepala Staf Kantor Urusan Kebijakan Kepresidenan Kim Yong-beom. Total kapitalisasi pasar gabungan dari perusahaan-perusahaan yang diwakili mencapai sekitar 17.000 triliun won berdasarkan harga penutupan terbaru. Acara makan malam menampilkan kuliner lokal California seperti fish and chips, crab cakes, clam chowder, dan fried calamari, disertai bir.
Presiden Lee mengusulkan toast dengan menjelaskan bahwa di Korea, anggota keluarga yang makan bersama disebut “shikgu” (食口). Ketika Jensen Huang menjawab “We are family,” Presiden Lee mengatakan padanan bahasa Korea-nya adalah “We are shikgu.” Presiden Lee kemudian memimpin para hadirin untuk melafalkan “We are” diikuti “shikgu” saat mereka saling menghantam botol bir.
Jensen Huang Memprediksi Saham Korea Akan Naik Lagi
Percakapan beralih ke volatilitas baru-baru ini di pasar saham Korea dan kondisi ekonomi. Saat Presiden Lee menyebut bahwa harga saham Korea mengalami koreksi, Jensen Huang menanggapi dengan pandangan optimistis, menyatakan “It’s going to go back up.” Huang juga menyebut kondisi yang menguntungkan bagi industri semikonduktor, dengan mengatakan “Korea is really rich,” yang kemudian dibalas Presiden Lee secara humoris, “Itu benar, tapi aku ini abdi negara, jadi tidak berlaku buatku.”
Ketika Wakil Perdana Menteri Bae menawarkan untuk membayar makanan, Huang bercanda soal membeli bir untuk semua orang di tempat tersebut, sehingga Presiden Lee kembali menyebut statusnya sebagai abdi negara, yang memancing tawa. Presiden Lee bertanya kepada Huang apakah pengalaman masa lalunya berkunjung ke Pasar Elektronik Yongsan di Seoul menjadi sumber energi utama, sambil memberikan jempol.
Para CEO Global Menyoroti Potensi Industri AI Korea
Dalam diskusi pribadi yang berlangsung setelahnya, Presiden Lee menyatakan, “Terima kasih kepada para pemimpin bisnis, ekonomi Korea telah tumbuh, dan saya meminta agar Anda terus berkontribusi pada pengembangan ekosistem industri ke depan.” Para CEO global menjawab bahwa “Korea memiliki kemampuan untuk menantang tiga besar global di bidang AI” dan “dengan investasi yang aktif, akan memungkinkan untuk menciptakan model AI frontier kelas dunia dalam waktu singkat.” Mereka juga menyarankan agar selain memanfaatkan model AI global, Korea perlu mengembangkan model AI independennya sendiri.
FAQ
Apa yang dikatakan Jensen Huang tentang saham Korea di makan malam San Francisco?
Ketika Presiden Lee Jae-myung menyebut bahwa harga saham Korea mengalami koreksi pada pertemuan makan malam 24 Mei, CEO NVIDIA Jensen Huang merespons “It’s going to go back up,” dengan memberikan pandangan optimistis mengenai pasar saham Korea.
Siapa saja yang hadir di makan malam para pemimpin AI di San Francisco pada 24 Mei?
Makan malam tersebut dihadiri oleh CEO NVIDIA Jensen Huang, Presiden sekaligus CEO Broadcom Hock Tan, Presiden Microsoft Azure Hardware Rani Borkar dari pihak AS, serta Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, Ketua Grup SK Chey Tae-won, Ketua Grup Hyundai Motor Chung Eui-sun, dan Ketua Dewan Naver Lee Hae-jin dari pihak Korea, bersama dengan pejabat pemerintah.
Apa yang dikatakan para CEO global tentang potensi industri AI Korea?
Para CEO global menyatakan bahwa Korea memiliki kemampuan untuk menantang tiga besar global di bidang AI dan bahwa dengan investasi yang aktif akan memungkinkan untuk menciptakan model AI frontier kelas dunia dalam waktu singkat. Mereka juga menyarankan agar Korea mengembangkan model AI independennya sendiri di samping memanfaatkan model AI global.