Kantor PM Israel Bantah Rencana Membunuh Negosiator Iran, Sebut Laporan 'Rekayasa'

Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, Israel membantah laporan pada 3 Juli bahwa mereka berencana membunuh negosiator senior Iran, menyebut klaim tersebut sebagai "kabar bohong" dan "sepenuhnya rekayasa." The New York Times melaporkan pada 2 Juli bahwa pejabat AS sebelumnya telah memperingatkan Menteri Luar Negeri Iran Araghchi dan Ketua Parlemen Kalibaff tentang potensi upaya pembunuhan oleh Israel, menyatakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat mengganggu perundingan gencatan senjata selanjutnya. Pejabat AS meminta negara-negara kawasan untuk menyampaikan peringatan tersebut kepada Iran.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar