Menurut Wakil Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, nilai tukar rupiah Indonesia jatuh ke level terendah rekor 17.525 per dolar AS pada Selasa (13 Mei), mendorong bank sentral berjanji melakukan intervensi terarah di pasar valuta asing. Rupiah telah melemah hampir 5% sepanjang tahun berjalan (year-to-date), menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di antara pasar negara berkembang. Damayanti menyebut tekanan tersebut dipicu oleh harga minyak yang lebih tinggi dan meningkatnya permintaan dolar untuk pembayaran utang, repatriasi dividen, serta biaya terkait ibadah haji.
Related News
Pasar Beruang Bitcoin Lebih Dangkal dari Sejarah, Analis Memperdebatkan Pergeseran Struktural
Robert Kiyosaki memperingatkan ekonomi global akan runtuh pada 2026, menempatkan perak sebagai aset perlindungan utama untuk bertahan hidup
Trump menilai kemungkinan bentrokan bersenjata kembali dengan Iran, Bitcoin berfluktuasi sempit di kisaran 81.500 dolar AS