Lowongan Kerja AI di India Meningkat 15–20%, Kata Menteri di Konferensi CII

CryptoFrontier

Menteri elektronik dan TI Uni India, Ashwini Vaishnaw, mengumumkan bahwa pekerjaan terkait AI naik 15% hingga 20%, berdasarkan masukan dari industri TI, saat memberikan sambutan pada CII Annual Business Summit. Ia mendesak perusahaan untuk berkolaborasi dengan Nasscom guna melatih pekerja untuk teknologi baru seiring sektor TI mengalami transformasi. Menteri tersebut juga menyoroti komitmen investasi besar dan rencana perluasan infrastruktur yang ditujukan untuk memposisikan India sebagai hub global AI dan pusat data.

Investasi Pusat Data dan Insentif Pajak

Vaishnaw menyatakan bahwa keringanan pajak untuk pusat data hingga 2047 menarik sekitar US$200 miliar investasi. Menurut analisis YourStory, insentif pajak tersebut berlaku untuk penyedia cloud asing atas pendapatan dari layanan yang dijual di luar India, dengan syarat workload dijalankan dari pusat data di India. Layanan yang dijual di dalam India harus dialihkan melalui reseler lokal yang berbadan hukum di India dan dikenai pajak India standar.

Komitmen investasi yang dikonfirmasi dari perusahaan teknologi besar mencakup alokasi Google sebesar US$15 miliar, Microsoft sebesar US$17,5 miliar pada 2029, dan Amazon sebesar US$35 miliar pada 2030, menurut laporan sumber.

Perluasan Infrastruktur dan Manufaktur

Menteri tersebut mengumumkan bahwa India berencana membangun tiga jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Australia dan AS, dengan rute yang melintasi Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Ia juga mencatat bahwa HP telah mulai memproduksi server AI di India dan menyatakan ia telah meminta Google serta perusahaan lain untuk memulai produksi lokal server, unit pemrosesan grafis (GPU), dan chip semikonduktor.

Kabarnya, Google mempertimbangkan investasi di infrastruktur AI, manufaktur server, dan produksi drone di India, dengan hub AI senilai US$15 miliar yang direncanakan di Visakhapatnam, sebuah kota pelabuhan di India bagian tenggara.

Tantangan Infrastruktur

Meski ada inisiatif ini, eksekusi menghadapi kendala fisik, menurut YourStory. Tantangannya meliputi pasokan listrik yang tidak konsisten, biaya listrik yang tinggi, dan kelangkaan air. Kesenjangan ini dapat memperlambat pembangunan pusat data, meningkatkan biaya operasional fasilitas yang berfokus pada AI, dan berpotensi mengurangi efektivitas struktur insentif pajak.

Pengembangan Tenaga Kerja

Vaishnaw mendesak perusahaan untuk bekerja sama dengan Nasscom, asosiasi industri perangkat lunak India, guna melatih pekerja untuk teknologi yang sedang berkembang saat segmen lain dalam industri TI berevolusi.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
GovernanceVotingvip
· 05-12 09:36
Berapa lapisan yang terlewati di antara data umpan balik dan penerapan kebijakan?
Lihat AsliBalas0
RedTelephoneBoothSitevip
· 05-12 09:34
Rencana pelatihan Nasscom terdengar dapat dipercaya, tetapi kecepatan implementasi adalah kunci
Lihat AsliBalas0
TransparentDomeCityvip
· 05-12 09:16
Menteri TI Mengajak Kerja Sama Perusahaan, Apakah Karyawan Dasar Benar-Benar Mendapat Manfaat
Lihat AsliBalas0
SlothSignalvip
· 05-12 09:16
Pertumbuhan posisi AI di India meningkat 15-20%, berapa lama manfaat ini akan bertahan?
Lihat AsliBalas0