Garis produksi di pabrik Ulsan Hyundai Motor kembali dihentikan ketika serikat pekerja menaikkan pemogokan parsial dari 2 jam per hari pada 13–15 menjadi 4 jam per hari mulai tanggal 20, sementara kedua belah pihak gagal mempersempit perbedaan hingga tenggat 24. Sengketa tenaga kerja ini berpusat pada tawaran manajemen berupa kenaikan gaji bulanan sebesar 89.000 won, bonus 350% ditambah 10 juta won, dan 15 saham, sedangkan serikat menuntut perpanjangan usia pensiun, pemulihan pekerja yang diberhentikan, serta kenaikan bonus di luar cakupan negosiasi upah. Pemogokan terjadi di tengah tekanan kinerja kuartal II bagi Hyundai, dengan analis memperkirakan pendapatan 48,8 triliun won (naik 1,06%) tetapi laba operasi 3,1 triliun won (turun 14,08%), menyusul penurunan 30,8% laba operasi pada kuartal I dan penurunan 19,5% tahun lalu akibat konflik buruh tahunan yang berulang.
Serikat Pekerja Hyundai Motor Menaikkan Pemogokan di Pabrik Ulsan
Serikat Pekerja Logam Korea, cabang Hyundai Motor, melakukan pemogokan parsial selama 2 jam per hari pada 13–15, lalu menggandakan intensitas menjadi 4 jam per hari mulai tanggal 20 selama tiga hari berturut-turut. Analis industri menunjukkan perundingan harus berakhir paling lambat 24 untuk menghindari konflik yang berkepanjangan, karena pembicaraan yang melewati libur musim panas awal Agustus biasanya berujung sengketa yang lebih lama.
Manajemen Menawarkan Kenaikan Gaji 89.000 Won di Tengah Tuntutan Serikat
Manajemen Hyundai Motor mengusulkan kenaikan gaji pokok bulanan sebesar 89.000 won, bonus kinerja sebesar 350% plus 10 juta won, dan 15 saham perusahaan. Perusahaan menyatakan serikat membuat tuntutan yang tidak terkait negosiasi upah, termasuk perpanjangan usia pensiun, pemulihan pekerja yang diberhentikan, dan kenaikan bonus. Serikat menyebut kesulitan dalam negosiasi upah sebagai alasan melakukan aksi pemogokan.
Pemogokan Memicu Estimasi Kerugian Pendapatan 18,7 Miliar Won per Jam
Perkiraan industri menempatkan kerugian pendapatan sekitar 18,7 miliar won per jam saat aksi pemogokan berlangsung. Kekhawatiran muncul bahwa gangguan produksi bisa mencapai tingkat yang sangat besar jika memperhitungkan penolakan lembur. Dampak finansial menambah ketidakpastian bagi investor menjelang pengumuman kinerja kuartal II. Analis yang disurvei Yonhap Infomax memproyeksikan pendapatan konsolidasian 48,8 triliun won (naik 1,06%) tetapi laba operasi 3,1 triliun won (turun 14,08%) untuk kuartal II. Laba operasi turun 19,5% tahun lalu dan anjlok 30,8% pada kuartal I.
Tren kinerja Hyundai Motor [Sumber: foto berkas Yonhap News]
CEO Choi Young-il Mendesak Serikat untuk Meninjau Ulang Aksi Pemogokan
CEO Choi Young-il mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penilaian rasional dari serikat pekerja. “Yang tersisa setelah pemogokan adalah kerugian produksi yang terakumulasi, kerugian upah, dan kritik eksternal,” kata Choi. “Bertentangan dengan niat awal, kami justru didorong ke arah pemogokan, terhalang oleh pembenaran serikat untuk pemulihan pekerja yang diberhentikan—yang bukan subjek negosiasi—serta perpanjangan usia pensiun dan kenaikan bonus, yang merupakan urusan perundingan bersama.” Choi menekankan perlunya pekerja dan manajemen bersatu mengingat kebutuhan pemulihan yang mendesak.
Pabrik Ulsan Hyundai Motor setelah pekerja shift pagi pergi akibat pemogokan [Sumber: foto berkas Yonhap News]
Analis Mengaitkan Konflik Buruh dengan Tren Adopsi Fisik AI
Sejumlah pengamat industri menyarankan konflik buruh yang berulang dapat mempercepat adopsi physical AI dan robotika oleh perusahaan. Kim Gwi-yeon, analis di Daishin Securities, mencatat, “Ketika isu serikat pekerja muncul ke permukaan menyusul pengesahan Yellow Envelope Law pada Agustus tahun lalu, saham terkait robot melonjak.” Kim menganalisis, “Paling menonjolnya isu serikat pekerja justru memiliki potensi tinggi untuk terus merangsang momentum robot di pasar saham.” Faktor termasuk pengesahan Yellow Envelope Law tahun lalu, kekhawatiran kerja akibat kemajuan physical AI, sistem bonus berbasis kinerja, perubahan strategi produksi dalam negeri, dan tuntutan perpanjangan usia pensiun diperkirakan dapat mempercepat fenomena ini.
FAQ
Kenaikan upah berapa yang ditawarkan Hyundai Motor kepada serikat?
Manajemen Hyundai Motor mengusulkan kenaikan gaji pokok bulanan sebesar 89.000 won, bonus kinerja 350% plus 10 juta won, serta 15 saham perusahaan kepada karyawan.
Berapa pendapatan yang hilang Hyundai Motor per jam saat pemogokan?
Perkiraan industri menempatkan kerugian pendapatan Hyundai Motor sekitar 18,7 miliar won per jam ketika serikat melakukan aksi pemogokan di pabrik Ulsan.
Bagaimana proyeksi pendapatan Hyundai Motor untuk kuartal II?
Analis yang disurvei Yonhap Infomax memproyeksikan pendapatan kuartal II Hyundai Motor secara konsolidasian sebesar 48,8 triliun won (naik 1,06% dibanding periode sebelumnya) dan laba operasi sebesar 3,1 triliun won (turun 14,08%).