Menurut News.bitcoin, pada 21 Juli, peretas sempat mengganggu situs web resmi Presiden Kenya William Ruto dengan mengubah tampilan beranda dan menuntut tebusan sebesar 5 Bitcoin. Sekretaris Kabinet bidang TIK Kenya, William Kabogo, mengonfirmasi bahwa Otoritas TIK meluncurkan protokol respons siber secara langsung. Pemerintah membatasi sementara akses publik ke portal untuk menahan insiden tersebut serta melakukan investigasi forensik.
Tidak ada bukti akses tanpa izin ke data sensitif, kebocoran data, atau hilangnya informasi yang ditemukan, kata Kabogo. Sistem pemerintah dan layanan digital tetap aman serta beroperasi.